Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita

Menteri Perindustrian: Industri Mamin Berkontribusi Penting ke Ekspor

Selasa, 6 April 2021 | 11:37 WIB
Nasori (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Industri makanan dan minuman (mamin) dinilai berperan penting dalam kontribusi ekspor industri pengolahan nonmigas Indonesia. Pada periode Januari-Desember 2020 total nilai ekspor industri mamin mencapai US$ 31,17 miliar atau 23,78% terhadap keseluruhan ekspor industri pengolahan nonmigas yang sebesar US$ 131,05 miliar.

“Sedangkan, nilai impornya pada Januari-Desember 2020 mencapai US$ 10,74 miliar atau 9,19% terhadap impor industri pengolahan nonmigas yang sebesar US$ 116,75 miliar,” papar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, pada acara Peletakan Batu Pertama Fasilitas Daur Ulang Botol Plastik dari PT Coca Cola Amatil Indonesia dan Dynapack Asiadi Cikarang, Senin (5/4).

Dalam siaran pers Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) yang diterima hari ini, Selasa (6/4) disebutkan bahwa pada triwulan IV-2020, industri mamin merupakan subsektor industri pengolahan nonmigas berkontribusi 38,01% terhadap produk domestik bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas.

Pertumbuhan industri mamin selama 2015-2019 rata-rata tumbuh 8,16%, dan ini di atas rata-rata pertumbuhan industri pengolahan non migas yaitu sebesar 4,69%. Kemudian, di triwulan itu juga terjadi kontraksi pertumbuhan industri nonmigas yaitu -2,52%, tapi industri mamin masih tumbuh positif sebesar 1,66%.

Menurut Kemenko Perekonomian, pemulihan ekonomi terus beranjak ke arah yang makin baik. Hal tersebut terlihat dari berbagai indikator, seperti PMI Manufaktur, penjualan ritel, dan Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) yang mulai pulih. Sentimen positif investor asing juga mendorong aliran modal masuk kembali ke Indonesia, sehingga IHSG dan nilai tukar rupiah perlahan menguat dan kembali ke level pre-Covid.

Sepanjang 2020, lanjut Kemenko Perekonomian, neraca perdagangan mengalami surplus US$ 21,74 miliar. Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia di Januari-Februari 2021 mencapai US$ 30,56 miliar atau naik 10,35% dibanding periode yang sama tahun 2020. Sementara, nilai impor Indonesia pada Februari 2021 mencapai US$ 13,26 miliar, turun 0,49% daripada Januari 2021 atau naik 14,86% dibandingkan Februari 2020.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN