Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Jokowi meninjau vaksinasi pelaku industri pariwisata di Bali, Selasa (16/3/2021). Foto: Setneg RI

Presiden Jokowi meninjau vaksinasi pelaku industri pariwisata di Bali, Selasa (16/3/2021). Foto: Setneg RI

163 Ribu Pelaku Pariwisata Telah Divaksin

Jumat, 9 April 2021 | 10:02 WIB
Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, sebanyak 163.901 pelaku di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) di Bali telah mendapat vaksin Covid-19 hingga 7 April 2021.

Program vaksinasi tenaga kerja parekraf tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Kami berharap para pelaku parekraf bisa divaksin sebelum Juni 2021. Di Bali misalnya, hingga 7 April total sudah 163.901 pelaku parekraf yang divaksin. Namun sama pentingnya dengan vaksinasi, para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif juga harus tetap menerapkan protokol kesehatan Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE),” kata Sandiaga dalam keterangan resminya, Kamis (8/4).

Sandiaga menegaskan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama Kementerian Kesehatan akan terus berupaya memberikan hak kepada para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif untuk mendapatkan vaksin sebagai bentuk dukungan terhadap pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Untuk mempercepat pemulihan sektor parekraf, lanjut Sandiaga, saat ini sudah ada 5.863 usaha pariwisata tersertifikasi CHSE dari 34 provinsi dan 357 kabupaten/kota.

Kemenparekraf berkomitmen untuk membantu pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif terkait sertifikasi CHSE sehingga kepercayaan masyarakat pada sektor ini dapat meningkat.

“Dengan adanya kerja sama yang baik antar berbagai pihak, pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia dapat berjalan lebih cepat. Misal di Bali sudah ada 976 usaha pariwisata yang mendapat sertifikasi CHSE, yang terdiri dari 528 hotel, 178 restoran, 215 akomodasi pariwisata, 1 operator rafting, 11 operator selam, dan 2 lapangan golf,” ujar dia.

Terkait larangan mudik, Sandiaga meminta masyarakat mematuhi kebijakan tersebut sebagai upaya menekan penularan Covid-19 serta mendukung program vaksinasi agar kekebalan kelompok segera terwujud, sehingga sektor pariwisata segera pulih dan bangkit kembali.

“Kebijakan larangan mudik Lebaran ini akan memberikan kita kepastian dalam penanganan Covid-19 dan mempercepat pemulihan ekonomi. Bagi yang tidak bisa mudik karena adanya larangan ini, mereka bisa memanfaatkan momen tersebut untuk mendukung sektor ekonomi kreatif Tanah Air,” kata dia.

Sandiaga mendorong agar masyarakat tetap bisa bersilaturahmi dengan memanfaatkan teknologi dan memberdayakan produk-produk ekonomi kreatif.

Maka dia pun mendorong anak muda untuk berkreasi, beradaptasi dengan teknologi, serta menghasilkan karya kreatif.

“Saya juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan teknologi saat bersilaturahmi dengan kerabatnya, sebagai alternatif karena tidak bisa mudik Lebaran. Bisa juga dengan membeli produk-produk kreatif lokal sebagai hantaran Lebaran yang dikirimkan melalui platform digital. Dengan demikian pelaku ekraf kita juga mendapatkan manfaat positif," ujar dia.

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN