Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Anggota Komisi XI DPR-RI, Kamrussamad saat RDP Komisi XI dengan Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

Anggota Komisi XI DPR-RI, Kamrussamad saat RDP Komisi XI dengan Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

Antisipasi Gelombang Ketiga Covid, Kamrussamad Minta Pemerintah Siapkan Skenario Ekonomi

Sabtu, 10 April 2021 | 08:04 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Semua pihak diminta mewaspadai terjadinya gelombang pandemi ketiga di Indonesia, sebab bila ini terjadi berpotensi menghancurkan fundamental ekonomi yang sedang susah payah diperbaiki akibat hantaman pandemi setahun terakhir ini.

Peringatan ini disampaikan oleh Anggota Komisi XI dari Fraksi Gerindra Kamrussamad dalam acara Temu Stakeholder antara perbankan, pelaku usaha dan otoritas fiskal yang berlangsung di Bali, Jumat (9/4/2021).

Menteri Keuangan Sri Mulyani, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo serta Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimbow Santoso turut hadir dan menjadi pembicara di acara tersebut.

“Apabila gelombang ketiga pandemi Covid-19 tidak dapat dicegah maka akibatnya sangat fatal bagi fundamental ekonomi,” tegas Kamrussamad.

Dalam kesempatan itu, Kamrussamad menilai, pembentukan Kementerian Investasi & Penciptaan Lapangan Kerja serta pembentukan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) masih belum bisa diharapkan dalam jangka waktu pendek mampu menggerakkan investasi, karena ekosisten investasi global masih wait & see dalam melihat kemampuan negara dalam mengendalikan Covid-19.

Bunga kredit perbankan belum turun, masih dikisaran 12%-14%, sementara suku bunga acuan BI dilevel 3,5% dinilainya tidak signifikan mendorong penurunan bunga kredit perbankan. “Jadi wajar jika dunia usaha masih belum bergerak,” paparnya.

Kondisi dikhawarikan tidak mampu memompa pertumbuhan ekonomi, apalagi belum lama ini IMF merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke bawah menjadi 4,3% tahun 2021. “Jika Gelombang ke-3 datang bisa jadi koreksi ke bawah lebih mendalam,” imbuhnya.

Pada sisi lain, Kamrussamad menilai soal kebijakan nasionalisme vaksin yang diterjadi di dunia, berpotensi semakin menyulitkan Indonesia

Terkait hal ini, DPR menurutnya menyarankan Pemerintah untuk menyiapkan skenario terburuk yaitu, perubahan kebijakan fiskal dengan fokus pada penyiapan skema pembiayaan Bansos yang harus dinaikan dan diperpanjang serta diperluas.

Kedua batas waktu kebijakan relaksasi kredit perbankan harus dilakukan secara gradual & sectoral, bahkan sektor tertentu bisa diperpanjang hingga 2023.

Sementara terhadap otoritas perbankan, pihaknya mengingatkan perlunya kebijakan antisipasi terhadap kemungkinan lonjakan NPL yang tak terkendali bila gelombang ketiga Covid-19 terjadi.

Tidak kalah penting menurutnya, konsep Pemulihan Ekonomi Nasional dirubah menjadi Penyelamatan Ekonomi Nasional sehingga lebih tajam dan fokus pada sektor UMKM dan Industri padat karya.

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN