Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi), Ajib Hamdani.

Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi), Ajib Hamdani.

Soal Isu Reshuffle Kabinet, Hipmi Harap Tak Ada Perubahan Besar

Sabtu, 17 April 2021 | 12:23 WIB
Herman

JAKARTA, investor.id  – Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Ajib Hamdani berharap tak ada perubahan besar dalam jajaran menteri di Kabinet Indonesia Maju.

Apalagi di masa pandemi Covid-19, para menteri perlu bergerak cepat untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. Pernyataan ini disampaikan Ajib untuk mengomentari rencana “kocok ulang” atau reshuffle kabinet.

“Rencana reshuffle kabinet ini kan kebetulan karena ada perubahan nomenklatur kabinet yang ada, yaitu munculnya Kementerian Investasi dan juga penggabungan Kemristek dan Kemdikbud. Apakah kemudian akan ada perubahan juga dalam formasi kementerian yang lain? Kita harapkan kalau pun ada perubahan, cukup perubahan yang minor, sedikit saja,” kata Ajib Hamdani kepada Beritasatu.com, Sabtu (17/4/2021).

Menurut Ajib, kinerja para menteri, khususnya bidang ekonomi sebetulnya sudah on the track. Sehingga untuk kementerian bidang ekonomi, Hipmi melihat formasinya tetap saja dengan yang ada saat ini.

“Dalam konteks ekonomi, kita membutuhkan program-program yang sustain, dan saya pikir tren sekarang masih cenderung positif. Apalagi harapan dari Bapak Presiden bagaimana nanti di kuartal II 2021 pertumbuhan ekonominya bisa tumbuh 7%. Artinya Pak Jokowi sangat konsen bagaimana pertumbuhan ekonomi tetap dalam tren yang bagus,” kata Ajib.

Menyinggung soal pembentukan Kementerian Investasi, Ajib mengatakan Kementerian Investasi, yang diharapkan menjadi pemecah kebuntuan dan bottlenecking investasi menjadi bagian langkah nyata pemerintah untuk mendorong debirokratisasi, dan tercipta iklim investasi yang lebih business friendly, serta untuk menopang gagasan transformasi ekonomi, membuat nilai tambah atas komoditas-komoditas strategis Indonesia.

"Dengan ditopang oleh komitmen deregulasi melalui Undang-Undang Omnibus Law, maka lengkaplah amunisi untuk menarik investasi," kata Ajib.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN