Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Muhammad Lutfi

Muhammad Lutfi

Tingkatkan Kinerja Ekspor Furnitur, Mendag Kunjungi Pabrik Indocabinet

Selasa, 20 April 2021 | 09:19 WIB
Investor Daily (redaksi@investor.id)

SIDOARJO, investor.id   – Untuk meningkatkan ekspor furnitur Indonesia ke pasar global, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi selain melepas produk Cysteine natural pertama ke pasar global juga mengunjungi dan berdialog dengan produsen/eksportir PT Integra Indocabinet (Integra), Selasa (20/4) di pabrik Integra di Sidoarjo.

Integra yang didirikan pada 1989 memiliki 6 pabrik yaitu 4 di Sidoardjo dan 2 di Lamongan. Awalnya perusahaan ini hanya memproduksi rak CD dari kayu dan plastik yang diekspor untuk memenuhi kontrak dengan IKEA. Kemudian Integra berkembang dan mampu memproduksi furnitur untuk orientasi ekspor.

“Produk-produk Integra adalah furnitur-mebel untuk bedding, living room, bar, pintu dan bahan konstruksi bangunan. Ekspor Integra sebesar 90% ditujukan ke pasar Amerika Serikat (AS), sisanya ke Inggris dan negara lainnya. Nilai ekspor Integra pertahun senilai US$ 300-400 juta dengan total kontainer setahun sekitar 10.000 kontainer. Capaian kinerja ini adalah yang sangat baik di masa pandemi,” jelas Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.

“Kenapa Amerika Serikat? Ternyata karena AS, adalah pasar yang besar. Selain itu, konsumennya juga cenderung suka melakukan redekorasi rumah pada saat WFH (pandemi). Sehingga permintaan furnitur-mebel Integra meningkat sebesar 38% dari target tahun lalu sebesar 25%,” ditambahkan Lutfi setelah berdiskusi dengan PT Integra Indocabinet.

CEO Pt Integra Indocabinet Tbk Halim Rusli dalam 60 Minutes di BeritasatuTV, Kamis (15/4/2021). Sumber: BSTV
CEO Pt Integra Indocabinet Tbk Halim Rusli. Sumber: BSTV

Sedangkan Presiden Direktur PT Integra Indocabinet, Halim Rusli, menjelaskan “Ekspor juga mengalami peningkatan  ke AS  melalui e-commerce. Tahun lalu pada masa pandemi justru ekspor Integra meningkat dengan memberikan layanan online yang cepat dan harga yang kompetitif. Integra juga mendapatkan manfaat dari keringanan tarif melalui program GSP. Tahun 2021 dicanangkan ekspor akan meningkat sebesar 25%.”

Halim menambahkan, untuk mempertahankan kualitas produk dan mendapat pengakuan di pasar global sebagai salah satu perusahaan manufaktur furnitur terkemuka di dunia, Integra dilengkapi dengan berbagai sertifikasi yang dipersyaratkan dunia seperti SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu) FSC (Forest Stewardship Council), V-Legal dan ISO 9001.

Kegiatan di pabrik PT Integra Indocabinet Tbk
Kegiatan di pabrik PT Integra Indocabinet Tbk

Walaupun demikian Integra masih menghadapi beberapa kendala seperti meja wastafel yang salah satu bahan bakunya terbuat dari bahan keramik asal impor dan batu alam, saat ini  produk keramiknya masih dikenakan safeguard, adanya kelangkaan kontainer dan isu imigrasi yang masih mempermasalahkan kedatangan buyer Integra untuk melakukan pengawasan mutu barang sebelum diekspor.

Keunggulan furnitur Integra lainnya adalah simple, ringan dan mengikuti tren pasar global, terbuat dari bahan natural Indonesia serta ramah lingkungan. Bahan materialnya sebagian besar dari lokal yaitu kayu, MDF (Medium Density Fiber board),  rotan, eceng gondok, dan bahan alam lainnya. Kandungan impor hanya untuk beberapa jenis kayu, dan asesoris mebel seperti engsel,  toping meja yang terbuat dari keramik.

Kementerian Perdagangan akan bersinergi dengan Kementerian Lembaga terkait untuk menyelesaikan berbagai hambatan yang masih dihadapi perusahaan/eksportir untuk menjaga pasarnya.

Sebagai tambahan informasi, berdasarkan data US Census Bureau tahun 2020,  ekspor furnitur Indonesia ke AS sebesar US$ 1,38 Miliar naik 32,6% dibandingkan tahun 2019. Dari nilai ekspor furnitur tersebut yang menggunakan GSP AS sebesar US$ 378 juta atau 27% dari total ekspor furnitur ke  AS dan nilai ekspor dengan fasilitas GSP tersebut meningkat 154% dibandingkan tahun 2019.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN