Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur BI Perry Warjiyo saat mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang digelar pada 19-20 April 2021 di Jakarta, Selasa (20/4/2021). Sumber: BSTV

Gubernur BI Perry Warjiyo saat mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang digelar pada 19-20 April 2021 di Jakarta, Selasa (20/4/2021). Sumber: BSTV

BI Pangkas PE karena Konsumsi Swasta Masih Tumbuh Terbatas.

Selasa, 20 April 2021 | 15:55 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Bank Indonesia (BI) kembali merevisi pertumbuhan ekonomi (PE) tahun ini menjadi 4,1-5,1%.  Revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi ini tercatat lebih rendah dari sebelumnya yang optimistis di kisaran 4,3% hingga 5,3%. 

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bahwa revisi ini disebabkan masih peningkatan konsumsi swasta masih terbatas, sejalan dengan terbatasnya mobilitas masyarakat di tengah upaya pemerintah melakukan vaksinasi.

“Yang kami lihat konsumsi alami peningkatan dari berbagai indikator, ekspektasi konsumen, penjualan ritel terus alami peningkatan. Tapi tingkat peningkatan memang kami lihat dengan data terbaru tingkat -nya masih lebih rendah dari perkiraan sebelumnya, terutama karena itu. Hal ini tidak terlepas mobilitas masyarakat di tengah upaya Pemerintah yang terus melakukan akselerasi program vaksinasi nasional,”kata Perry dalam Rapat Dewan Gubernur, Selasa (20/4).

Meski tren konsumsi swasta masih belum meningkat signifikan, askelerasi pemulihan ekonomi diperkirakan akan terus berlangsung sepanjang tahun ini. Ini tercermin dari membaiknya kinerja ekspor akan  lebih tinggi dari proyeksi awal tahun, terutama didorong oleh komoditas CPO, bijih logam, pulp and waste paper, serta kendaraan bermotor dan besi baja.

“Peningkatan ekspor tersebut ditopang oleh kenaikan permintaan dari negara mitra dagang utama, khususnya Tiongkok. Secara spasial, kinerja ekspor yang membaik terjadi di wilayah Jawa dan Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua),”jelasnya.

Selain itu faktor belanja fiskal pemerintah juga turut mendorong pemulihan ekonomi nasional khususnya untuk belanja bantuan sosial, belanja barang dan belanja modal juga terus meningkat lebih tinggi dari perkiraan.

“Perbaikan ekonomi masih akan berlanjut di kuartal I hingga kuartal IV , yang didukung oleh kinerja ekspor lebih bagus, akselerasi keb fiskal terus dilakukan dukung pertumbuhan PDB lebih lanjut itu kelihatan,”tegasnya.

Dengan demikian Perry meyakini bahwa perbaikan ekonomi domestik diperkirakan akan semakin membaik didukung oleh perbaikan kinerja ekspor, berlanjutnya stimulus fiskal, dan perbaikan investasi sebagaimana tercermin pada PMI manufaktur yang terus meningkat.

“Implementasi vaksinasi dan disiplin dalam penerapan protokol Covid-19 tetap diperlukan untuk mendukung percepatan perbaikan permintaan,”tegasnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN