Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri ESDM Arifin Tasrif. Sumber:  BSTV

Menteri ESDM Arifin Tasrif. Sumber: BSTV

Indonesia Stop Impor BBM-LPG pada 2030

Selasa, 20 April 2021 | 18:45 WIB
Lenny Tristia Tambun (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id  – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, pemerintah menargetkan tidak lagi mengimpor bahan bakar minyak (BBM) dan LPG pada tahun 2030. Target itu sudah menjadi bagian dari strategi energi nasional.

Hal itu disampaikan Arifin Tasrif seusai mengikuti Rapat Paripurna Dewan Energi Nasional (DEN) bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kantor Presiden, komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (20/4/2021).

Pada rapat paripurna tersebut, lanjut Arifin, DEN menyampaikan beberapa isu terkait strategi energi nasional. Selanjutnya, juga menyampaikan rancangan peraturan presiden mengenai cadangan penyangga energi serta rencana strategis rencana kerja dari DEN dari 2021 hingga 2025.

“Jadi sebagaimana diketahui, pada 8 Januari tahun ini, telah dilantik delapan anggota pemangku kepentingan DEN,” kata Arifin Tasrif.

Dalam rapat paripurna tersebut, Arifin mengungkapkan sesi strategi energi nasional disampaikan beberapa isu terkait dengan meningkatnya demand energi untuk jangka panjang. Serta terbatasnya pasokan sumber daya di dalam negeri.

“Kemudian juga masih ada impor BBM dan LPG, dimana memang dalam strategi energi nasional ini, kita rencanakan 2030 itu, kita tidak lagi impor BBM dan diupayakan juga tidak impor LPG,” ujar Arifin Tasrif.

Isu lain yang dibahas dalam rapat paripurna tersebut, adalah terkait target pengurangan emisi yang didorong dunia. Indonesia perlu mengantisipasi agar bisa mendorong sumber-sumber energi baru dan terbarukan sebagai bauran energi nasional.

“Untuk mengurangi emisi, untuk itu dibuat rencana. Pemanfaatan energi baru dan terbarukan kita bar 10,5 giga watt. Dan diharapkan meningkat 2025 sesuai target 23 persen menjadi 24 ribu mega watt dan di 2035 kita upayakan bauran ini bisa meningkat mencapai 38 ribu mega watt,” jelas Arifin Tasrif.

Ia mengharapkan backbone dari pembangkit listrik tenaga surya, hari ke hari bisa semakin ekonomis dalam perkembangannya ke depan.

Kemudian, DEN juga menyampaikan agar perlu melakukan program agar bisa hilirisasi dari produk batubara. Selain itu, pemerintah harus segera menyelesaikan infrastruktur terkait energi, antara lain untuk gas dan listrik.

“Itu sangat penting, karena kita ingin mencapai target 100 persen elektrifikasi sehingga dengan 100 persen elektrifikasi diharapkan seluruh masyarakat dan daerah mendapat pasokan listrik,” terang Arifin Tasrif.

Demikian juga untuk BBM. Menurutnya, dengan program BBM Satu harga yang dijalankan PT Pertamina (Persero), kedepannya diharapkan bisa dinikmati oleh masyarakat. Juga bisa membangkitkan ekonomi kerakyatan atau ekonomi masyarakat di daerah-daerah tersebut.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN