Menu
Sign in
@ Contact
Search
Jalan Tol Cengkareng - Batuceper - Kunciran akan
memperlancar lalu lintas dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Jabodetabek. Foto ilustrasi: IST

Jalan Tol Cengkareng - Batuceper - Kunciran akan memperlancar lalu lintas dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Jabodetabek. Foto ilustrasi: IST

Kinerja Ekspor Impresif

Rabu, 21 April 2021 | 10:47 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id) ,Hari Gunarto (hari_gunarto@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Tren pemulihan yang kian kuat juga diungkapkan Menkeu Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi 500K Eksportir Baru Memacu Ekspor UKM, Selasa.

Dia menyatakan, tren pemulihan ekonomi semakin kuat ditandai oleh permintaan yang meningkat. Hal ini tercermin pada kinerja ekspor dan impor pada Maret 2021 yang masing-masing tumbuh sebesar 30,47% dan 25,73% secara tahunan (year on year/yoy).

Menkeu Sri Mulyani. Foto: IST
Menkeu Sri Mulyani. Foto: IST

“Kinerja ekspor Maret 2021 sangat impresif, tumbuh 30,47% (yoy). Ini pertumbuhan yang sangat tinggi dibandingkan kinerja dua tahun terakhir, terutama tahun lalu waktu tahun pertama menghadapi pandemi Covid-19. Ini menunjukkan suatu pemulihan ekonomi yang cukup kuat,” ujarnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor Indonesia pada Maret 2021 mencapai US$ 18,35 miliar atau tertinggi sejak Agustus 2011 yang kala itu mencapai US$ 18,64 miliar. Secara year on year (yoy), ekspor Indonesia yang naik mengesankan hingga 30,47% itu ditopang oleh kenaikan ekspor migas 38,67% dan kenaikan ekspor nonmigas 30,07%.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia
Pertumbuhan ekonomi Indonesia

Sedangkan secara month to month (mtm), ekspor naik 20,31%. Hal itu terjadi karena adanya kenaikan ekspor baik untuk sektor migas maupun nonmigas, dengan catatan kenaikan ekspor nonmigas sangat tinggi yakni 21,21%. Sedangkan ekspor migas secara mtm tercatat hanya tumbuh 5,28%.

Dari total ekspor selama Maret 2021, sektor industri pengolahan menyumbang hingga US$ 14,84 miliar atau 80,84%. Sedangkan nilai impor Indonesia Maret 2021 mencapai US$ 16,79 miliar, naik 26,55% dibandingkan Februari 2021. Kenaikan ini terutama ditopang oleh impor nonmigas pada Maret 2021 yang senilai US$ 14,51 miliar, naik 21,30% dibandingkan Februari 2021 atau naik 23,52% dibandingkan Maret 2020.

Ekspor dan impor nonmigas bulanan
Ekspor dan impor nonmigas bulanan

Menurut Menkeu, capaian kinerja ekspor pada Maret 2021 itu mencerminkan adanya ekspansi industri dan menunjukkan produk ekspor nonmigas Indonesia dapat menembus pasar global. “Nilai ekspor didominasi ekspor nonmigas yang mencapai US$ 17,44 miliar. Ini sangat bagus karena menggambarkan adanya pertumbuhan daya kompetisi produk-produk nonmigas,” tegas dia.

Ia mengakui bahwa ekosistem ekspor nasional yang mulai terbentuk adalah berkat dukungan dari semua pihak termasuk Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) yang memiliki peranan penting untuk terus meningkatkan kinerja ekspor Indonesia.

Perkembangan BI 7 Day (Reverse) Repo Rate
Perkembangan BI 7 Day (Reverse) Repo Rate

“(Peran) industri terhadap perekonomian luar biasa penting dalam terus meningkatkan daya saing dan ekspor kita untuk menembus pasar global. Bahkan, pengusaha kecil dan produsen dari mulai bahan baku hingga hilir akan dapat membentuk sebuah mata rantai penunjang ekspor yang tangguh,” tutur dia.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: IST
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: IST

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, analisis konsumsi berdasarkan data perbankan menunjukkan bahwa belanja masyarakat semakin menggeliat pada April 2021. Peningkatan terjadi baik pada belanja masyarakat yang dipengaruhi faktor musiman maupun yang tidak dipengaruhi oleh faktor musiman.

Perkembangan ekspor nonmigas
Perkembangan ekspor nonmigas

“Belanja nasional mengalami kenaikan yang cukup besar pada April, tumbuh 32,48% secara tahunan (year on year/yoy) untuk yang non-seasonally adjusted (tidak dipengaruhi faktor musiman). Sedangkan belanja yang digerakkan faktor musiman (seasonally adjusted) meningkat hingga 13,11% (yoy),” kata Airlangga.

Pertumbuhan ekonomi global
Pertumbuhan ekonomi global

Selain itu, peningkatan konsumsi juga terlihat pada pembelian barang manufaktur. Ini didasarkan data Purchasing Managers’ Index (PMI) yang menyentuh 53,2 pada Maret 2021, naik dari 50,9 pada bulan sebelumnya dan data tertinggi sejak survei dimulai pada April 2011. Indeks tersebut juga jauh di atas rata-rata angka PMI 2019 yang hanya bertahan di 51. (ns)

Baca juga

https://investor.id/business/sinyal-pemulihan-menguat

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com