Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
5 Besar Negara Asal PMA  di Indonesia triwulan I-2021. (Sumber BKPM)

5 Besar Negara Asal PMA di Indonesia triwulan I-2021. (Sumber BKPM)

Swiss Geser Jepang Masuk 5 Besar Negara Asal PMA

Senin, 26 April 2021 | 13:28 WIB
Herman

Jakarta, investor.id - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) membukukan realisasi investasi Rp 219,7 triliun pada triwulan I-2021, naik 2,3% (QoQ) dan 4,3% (YoY). Dari angka tersebut, realisasi PMDN Rp 108,0 triliun dan PMA Rp 111,7 triliun. Menariknya, Swiss kini masuk dalam posisi lima besar PMA.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengungkapkan, Singapura yang merupakan negara hub bagi investor asing masih menjadi negara asal terbesar realisasi investasi PMA, yaitu US$ 2,6 miliar. Selanjutnya, ada Tiongkok US$ 1,0 miliar, Korea Selatan US$ 900 Juta, Hong Kong US$ 800 juta, dan pendatang baru di lima besar, yaitu Swiss US$ 500 juta.

“Untuk Korea Selatan biasanya nomor lima, atau enam, kali ini, di nomor tiga menggeser Hong Kong. Ini salah satunya terkait investasi Hyundai di Indonesia. Untuk Swiss di nomor lima, ini sebelumnya tidak pernah terjadi. Kalau saya baca data sejak pascareformasi, tidak pernah Swiss masuk lima besar,” kata Bahlil, dalam pemaparan realisasi investasi triwulan I-2021, Senin (26/4).

Bahlil memerinci, investasi dari negara Swiss pada triwulan I-2021 masuk ke sektor makanan dan minuman, kehutanan, perdagangan dan reparasi, perikanan, serta industri lainnya.

“Industri makanan yang paling besar US$ 446,2 juta. Ini saya pikir mulai bergairah, dan harapannya bisa memengaruhi persepsi dunia, khususnya Eropa lewat Swiss dan Belanda,” imbuhnya.

Sementara itu, negara yang terlempar dari posisi lima besar adalah Jepang. Posisinya ada di urutan ke-7 dengan investasi US$ 322,7 juta di bawah Amerika Serikat yang ada di urutan ke-6 senilai US$ 447,1 juta.

Menurut Bahlil, hal itu menggambarkan kepercayaan investor dunia kepada Indonesia semakin merata. Hal tersebut merupakan buah dari Indonesia melayani investasi yang tidak membeda-bedakan negara.

“Kita menganut asas politik-ekonomi bebas aktif. Artinya, semua orang dan semua negara punya kesempatan yang sama. Kebetulan kali ini Korea Selatan dan Swiss daya dorongnya lebih paten. Jadi, hati-hati juga, bukan berarti yang selama ini ada di lima besar akan itu-itu saja. Ini dinamis dan juga mencerminkan trust investor dunia kepada Indonesia sudah mulai merata,” pungkas Bahlil. 

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN