Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ekonomi Aviliani. Sumber: BSTV

Ekonomi Aviliani. Sumber: BSTV

Belanja Pemerintah akan Jadi Penggerak Pertumbuhan Kuartal II dan III

Senin, 26 April 2021 | 14:58 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Belanja pemerintah dinilai harus terus didorong untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II dan III. Belanja pemerintah harus dioptimalkan untuk kegiatan-kegiatan yang dapat memberikan efek pengganda (multiplier effect) ke masyarakat dan swasta.

“Struktur belanja harus diperbaiki. Biasanya kalau pemerintah belanja, kegiatan swasta berjalan maka masyarakat akan kena dampak,” ucap Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani dalam acara Forum Merdeka Barat, Senin (26/4).

Ia mengatakan pemerintah harus melakukan belanja secara tepat untuk pembangunan infrastruktur. Sebab sektor tersebut paling banyak menyerap tenaga kerja. Berikutnya yaitu belanja untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) harus dilakukan secara tepat. Sehingga bisa menggerakan kegiatan konsumsi masyarakat. Menurut Aviliani, antusias masyarakat pemerintah juga harus memperhatikan penerapan protokol kesehatan di tempat tempat umum. Dengan penerapan protokol kesehatan masyarakat tetap akan merasa nyaman saat belanja.

“Menurut saya harus seimbang dimana protokol kesehatan harus ditingkatkan anggarannya supaya orang tetap bisa melakukan spending,” ucap Aviliani.

Konsumsi rumah tangga berperan terhadap 58% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Sektor tersebut sangat terdampak saat pandemi Covid-19 di tahun 2020. Namun di tahun 2021 ini  sektor konsumsi  sudah mulai meningkat ketika kegiatan vaksinasi dijalankan  itu dilaunch, dan orang mulai yakin untuk belanja lagi. Tetapi kalau lihat di kuartal I, belanja sudah meningkat tetapi belum signifikan. Ditambah dengan adanya penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) diharapkan belanja bisa meningkat.

“Memang kalau kita lihat data menunjukan simpanan orang kelas menengah bawah atau yang Rp 100 juta ke bawah ini justru meningkat di bank. Ini berarti orang masih berjaga-jaga sehingga mereka masih menyimpan uang di bank,” pungkas Aviliani.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com