Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri BUMN Erick Thohir

Menteri BUMN Erick Thohir

Hipmi Dukung Rencana Erick Thohir Beli Peternakan Sapi di Belgia

Selasa, 27 April 2021 | 17:10 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor,id  - Rencana Menteri BUMN Erick Thohir untuk membeli peternakan sapi di Belgia mendapat dukungan Wakil Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) Anggawira. Mengingat, Indonesia selalu impor daging sapi karena pasokan dari dalam negeri belum mampu memenuhi permintaan masyarakat.

"Ini hal yang positif, perlu kita dukung. Langkah mengakuisisi perusahaan-perusahaan peternakan baik di Belgia ataupun di Australia menjadi salah satu langkah terobosan juga dalam rangka alih teknologi dan alih sumber daya manusia (SDM)," ujar Anggawira, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (27/4/2021).

Menurutnya, ini langkah out of the box, dengan mengakuisisi industri peternakan di luar negeri yang sudah maju dan berdaya saing BUMN dapat belajar dengan cepat. Berdikari atau Holding Pangan RNI dapat mengakselerasi proses transformasi dan tentunya BUMN dapat menjadi lokomotif untuk mengakselerasi pembangunan peternakan berbasis masyarakat.

"Sehingga kalau kita memiliki peternakan di sana, kita bisa langsung belajar daripada kita melakukan impor secara langsung. Memang tidak serta merta langkah ini bisa mengurangi impor, tapi dalam jangka menengah ini diharapkan terjadinya alih teknologi dan alih SDM," ucapnya.

Wakil Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) Anggawira
Wakil Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) Anggawira

Dalam situasi seperti ini, Sekretaris Jenderal Dewan Tani Indonesia (DTI) itu melanjutkan, membuat peternak memberi pakan yang membuat sapi tidak tumbuh sesuai standar industri di bawah standar. Rata-rata sapi dipotong sebelum waktunya.

"Oleh karena itu, BUMN dan juga pengusaha-pengusaha nasional punya kemampuan secara teknologi untuk bisa membangun peternakan yang kompetitif di dalam negeri bukan hanya berbasis pada peternakan rakyat," ungkapnya.

Dengan demikian, kata Anggawira, maka pembelian peternakan di luar negeri perlu dilakukan secara hati-hati dan perhitungan yang matang. Kementerian BUMN perlu melibatkan lembaga pengawasan agar tidak ada kesalahan perhitungan. Lembaga pengawasan yang dimaksud seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Tidak ada masalah jika BUMN ingin membeli peternakan di luar negeri. Namun, perlu ada penyusunan kebijakan yang akurat dan sah," tuturnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN