Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tony Wenas. Foto: Investor Daily/IST

Tony Wenas. Foto: Investor Daily/IST

Kenaikan Harga Tembaga Dongkrak Penjualan Freeport

Kamis, 29 April 2021 | 00:17 WIB
Primus Dorimulu dan Rangga Prakoso

JAKARTA, investor.id  - PT Freeport Indonesia mengungkapkan permintaan tembaga dunia diproyeksikan meningkat dalam beberapa waktu ke depan seiring dengan era energi bersih. Meningkatnya kebutuhan tembaga itu ikut mengerek harga tembaga di atas level US$ 4 per pound, sehingga mendongkrak penjualan Freeport.

Presiden Direktur Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan,  awal 2020 kemarin harga tembaga berada di kisaran US$ 2,75 per pound . Namun harga tembaga tertekan ketika pandemi Covid-19 merebak di Maret 2020. Harga kembali menguat pada pertengahan 2020 ke level US$3 per pound  seiring membaiknya perekonomian Tiongkok. Bahkan saat ini harga melonjak ke posisi US$ 4,3 per pound . "Harga naik karena ekonomi Tiongkok positif, mereka belanja mineral," ujarnya dalam pertemuan dengan pemimpin redaksi, di Jakarta, Rabu (28/4)..

Dia mengungkapkan, tembaga menjadi salah satu bahan baku yang diperlukan bagi sejumlah komponen di pembangkit listrik berbasis energi terbarukan. Kincir angin yang digunakan pembangkit listrik tenaga bayu membutuhkan tembaga lima kali lebih banyak dibandingkan pembangkit listrik tenaga uap. Tembaga juga diperlukan dalam pembuatan panel surya. Bahkan kendaraan listrik pun membutuhkan tembaga sekitar 4 kali lebih banyak dibandingkan kendaraan konvensional berbasis bahan bakar. 

"Ke depan prospek tembaga harusnya bisa naik karena tambang tembaga di dunia enggak banyak muncul sementara permintaan tembaga naik antara lain untuk EBT (energi baru terbarukan)," kata Tony.

Dikatakannya Freeport siap memenuhi permintaan tembaga dunia. Pasalnya pada tahun ini target produksi tembaga naik hampir dua kali lipat dibandingkan 2020 kemarin. Pada tahun ini produksi tembaga ditargetkan mencapai 1,4 miliar pon. Sedangkan target produksi tahun lalu sebesar 800 juta pon. Sedangkan produksi emas tahun ini dipatok hingga 1,4 juta ounces. Target emas ini naik hampir dua kali lipat di 2020 kemarin yang mencapai 800 ribu ounces. 

Dia mengungkapkan target produksi tahun ini lebih tinggi lantaran operasional tambang bawah tanah Grasberg sudah mencapai 80%. Produksi Freeport sempat menurun seiring dengan masa transisi dari tambang terbuka (open pit) Grasberg menuju tambang bawah tanah di akhir 2019 kemarin. Peralihan operasi ke tambang bawah tanah itu tak mengurangi jumlah pegawai yang tercatat mencapai 27 ribu karyawan. Bahkan saat pandemi Covid-19 pun, Freeport tidak melakukan pengurangan pegawai. 

Freeport McMorran dalam keterangan resminya menyatakan bahwa produksi tembaga Freeport Indonesia hingga akhir Maret kemarin mencapai 298 juta pound atau melonjak 112,85% dari realisasi periode yang sama tahun lalu 140 juta pound. Selanjutnya, produksi emas menyentuh 294 ribu ounces atau melejit 93,42% dari realisasi kuartal I-2020 yang sebesar 152 ribu ounces.

Sejalan, penjualan tembaga dan emas juga naik. Penjualan tembaga Freeport Indonesia pada kuartal I-2021 ini tercatat sebesar 258 juta pound atau naik 103,15% dari realisasi kuartal I-2020 yang hanya 127 juta pound. Sementara penjualan emas sebesar 256 ribu ounces atau meningkat 84,17% dari realisasi periode yang sama tahun lalu 139 ribu ounces.

President dan Chief Executive Officer (CEO) Freeport McMoran Richard Adkerson mengungkapkan, peningkatan produksi dan penjualan ini sejalan dengan pengembangan tambang bawah tanah Grasberg Block Cave dan Deep Mill Level Zone (DMLZ). Produksi bijih di kedua area tambang ini terus meningkat.

“Pengembangan Tambang Grasberg mencapai kemajuan yang luar biasa. Saat ini, kami telah mencapai 75% dari target tingkat produksi tahunan,” kata dia dalam conference call Kinerja Kuartal I-2021, Kamis (22/4) waktu setempat.

Pada tahun ini, penjualan tembaga Freeport Indonesia ditargetkan mencapai 1,34 miliar pound atau naik 66,67% dari realisasi tahun lalu yang sebesar 804 juta pon. Sementara target penjualan emas dipatok mencapai 1,3 juta ounces atau meningkat 62,5% dari realisasi tahun lalu 0,8 juta ounces.

Freeport. Foto: IST
Freeport. Foto: IST

Dividen

Tony mengungkapkan bila kondisi harga komoditas tetap membaik seperti saat ini maka PT Inalum (persero) sebagai pemegang saham mayoritas bakal memperoleh dividen hingga US$1 miliar. Bahkan Tony menyebut pinjaman Inalum bisa lunas di 2025 mendatang dengan besaran dividen tersebut. "Sesuai rencana dan harganya bagus maka 2025 utangnya lunas. 2022 dapat dividen US$1 miliar per tahun," ungkapnya. 

Besaran dividen 2022 tersebut lebih tinggi dibandingkan yang diproyeksikan sebelumnya. Dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR pada akhir Maret kemarin, Direktur Utama MIND ID Orias Petrus Moedak menuturkan pembagian dividen memang sudah diproyeksikan sejak akusisi Freeport di 2018 silam. 

Dia menerangkan besaran dividen pada tahun ini sebesar US$ 200 juta kemudian meningkat menjadi US$ 400 juta di 2022. Dividen semakin membengkak hingga US$1 miliar pada 2023. Sementara di 2024 dan 2024 dividen masing-masing sebesar US$1,5 miliar. "Ini angka konservatif sesuai dengann asumsi harga copper dalam rencana jangka panjang. Tapi kami harap bisa lebih besar lagi dengan kenaikan harga komoditas saat ini," terangnya.

Progres Smelter

Tony mengungkapkan besaran dividen yang diterima Inalum sudah memperhitungkan biaya pembangunan fasilitas pemurnian mineral (smelter) tembaga. Menurutnya bila Freeport tidak membangun smelter maka dividen yang diperoleh Inalum bisa lebih besar lagi. "Kalau enggak bangun smelter lebih bagus (dividennya)," ujarnya.

Dia mengungkapkan pembangunan smelter kawasan industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) Gresik, Jawa Timur terus berjalan. Tahapan pematangan lahan (land clearing) dan pilling test telah selesai. Kini proses pembangunan smelter segera memasuki tahap konstruksi. Adapun investasi smelter dengan kapasitas 1,7 juta ton konsentrat tembaga itu mencapai US$ 3 miliar.

Lebih lanjut Tony mengungkapkan Freeport masih melakukan pembicaraan dengan Tsingshan Steel terkait kerjasama pembangunan smelter. Bila tercapai kesepakatan dengan Tsingshan maka Freeport tak melanjutkan pembangunan smelter di JIIPE. Nantinya Freeport bakal memasok konsentrat ke smelter yang berlokasi di Halmahera tersebut. 

"Kita sudah negosiasi sama mereka dan belum ada titik temu," ujarnya.

 

 

Editor : Euis Rita Hartati (euis_somadi@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN