Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Konferensi Pers KSPSI terkait Hari Buruh. (ist)

Konferensi Pers KSPSI terkait Hari Buruh. (ist)

KSPSI Tak Terjunkan Massa di Hari Buruh

Kamis, 29 April 2021 | 19:12 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) memutuskan untuk tidak menurunkan massa ke jalan secara besar-besaran pada Perayaan Hari Buruh atau May Day, 1 Mei 2021. Hal ini dilakukan karena situasi yang masih penuh keperihatinan akibat pandemi Covid-19 di Indonesia belum usai. 

Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea mengatakan, langkah KSPSI sebagai konfederasi buruh terbesar di Tanah Air ini diambil untuk menghindari adanya klaster baru. "Kami memutuskan untuk May Day 2021 tidak menggelar aksi massa besar-besaran seperti tahun-tahun sebelumnya, karena kami tidak ingin menciptakan klaster baru," katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (29/4/2021). 

Andi Gani menjelaskan, keputusan untuk tak terjun ke jalan secara besar-besaran ini diambil setelah melihat perkembangan kasus Covid-19 yang masih meningkat.  Andi Gani juga ingin membuktikan, buruh bukan hanya jago demo, tetapi punya rasa empati dan kepedulian yang tinggi terhadap sesama. Untuk itu, banyak ragam kegiatan yang akan dilakukan sebagai pengganti aksi turun ke jalan. 

Pertama, kata Andi Gani, saat May Day, dia akan memimpin langsung delegasi dari KSPSI datang ke gedung Mahkamah Konstitusi (MK). Kedua, dia juga akan memimpin delegasi ke Istana Negara untuk menyerahkan Petisi May Day 2021. 

Selain itu juga ada kegiatan penyerahan bantuan APD, masker, hand sanitizer untuk tenaga kesehatan dan masyarakat. "Jam 11.00 WIB kami akan ke MK, tentunya ini terkait dengan pembahasan UU Omnibus Law. Sekitar jam 12.00 WIB kami ke istana negara, saya sudah berkomunikasi intens dengan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno untuk menyerahkan Petisi May Day 2021," ungkapnya. 

Petisi May Day berisikan tuntutan dan harapan buruh terutama soal Omibus Law, kondisi buruh di masa pandemi, dan tunjangan hari raya (THR). 

Untuk delegasi yang disiapkan, kata Andi Gani, juga dibatasi dan wajib melakukan swab antigen. Wajib juga ditunjukan dengan surat bukti tes. Semua kegiatan buruh KSPSI memegang teguh dan patuh protokol kesehatan 

"Ini bukti bahwa buruh KSPSI punya kepedulian dan empati tinggi terutama kepada masyarakat agar Covid-19 tidak semakin memburuk di Indonesia. Kita bisa melihat di India, ketika sudah turun sekarang naik drastis dengan jumlah yang sangat luar biasa," jelasnya. 

Andi Gani sadar keputusannya untuk tidak melakukan aksi besar-besaran akan menimbukan pro dan kontra. Namun, dirinya siap menerima konsekuensi apapun. 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN