Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar

Realisasi Dana Desa Capai Rp 18,8 Triliun

Selasa, 11 Mei 2021 | 17:36 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Pihak Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menyatakan realisasi dana desa hingga 8 Mei 2021 telah mencapai Rp 18.863.819.061.880 atau sekitar 26% dari total pagu Rp 72 Triliun. Alokasi ini telah dicarikan ke 52.372 desa atau sekitar 70% dari total desa 74.961 desa.

Dari jumlah itu, dana desa yang dialokasikan untuk desa aman Covid-19 sebesar Rp 3,462.565.927.360 atau sebesar 18,4%. Sedang dana yang dialokasikan untuk BLT Dana Desa Rp 2.266.497.600.000 atau sekitar 12% dari pencairan.

Sedang penyerapan dana desa di lokasi PPKM Mikro hingga 8 Mei 2021 sebesar Rp 18.102.971.746.560 yang dicairkan untuk 50.398 desa. Total penyaluran BLT Dana Desa hingga 8 Mei 2021 telah disalurkan ke 49.095 desa dari 74.961 desa dengan total dana sebesar Rp 2.266.497.600.000.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Hal Iskandar mengatakan, BLT yang bersumber dari dana desa harus segera bisa didistribusikan ke Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Penegasan ini berkaitan dengan semakin dekatnya Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah yang bakal dirayakan pada Kamis (13/5/2021)

"Lebaran kurang dua hari lagi. BLT harus segera bisa dimanfaatkan oleh KPM," ucap Abdul Halim dalam siaran pers yang diterima pada Selasa (11/5).

Percepatan penyaluran BLT dana desa penting dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga desa dalam menghadapi Idul Fitri.Lebih lanjut Abdul Halim mengatakan aturan larangan mudik akan berdampak pada penurunan aktivitas ekonomi warga desa di hari raya.

Mengatasi hal tersebut, Kemendes PDTT berupaya mengoptimalkan dana desa untuk BLT dan padat karya tunai desa.  Menurutnya  BLT itu bisa segera dimanfaatkan oleh KPM karena berkaitan dengan penguatan ekonomi masyarakat yaitu meningkatkan daya beli warga masyarakat.

"BLT dan PKTD memang totalitas belum menggantikan perputaran uang desa di masa mudik lebaran sebelum terjadinya pandemi Covid-19, namun akan membantu warga desa dalam menghadapi lebaran ini," kata Abdul Halim.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN