Menu
Sign in
@ Contact
Search
Grup GoTo mengkombinasikan layanan e-commerce, pengiriman barang dan makanan, transportasi serta keuangan

Grup GoTo mengkombinasikan layanan e-commerce, pengiriman barang dan makanan, transportasi serta keuangan

Gojek dan Tokopedia Merger Bentuk GoTo, Ini Tanggapan KPPU

Senin, 17 Mei 2021 | 18:21 WIB
Herman (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Gojek dan Tokopedia secara resmi mengumumkan langkah merger dengan pembentukan Grup GoTo. Melalui penggabungan usaha ini, grup GoTo akan membawahi Gojek, Tokopedia, dan GoTo Financial. Ketiganya akan beroperasi sebagai entitas yang berdiri sendiri di dalam ekosistem Grup GoTo.

Bagimana Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melihat merger dua perusahaan raksasa ini? Apakah ada potensi melanggar aturan larangan praktik monopoli?

Ketua KPPU Kodrat Wibowo mengungkapkan, untuk menilai apakah aktivitas merger Tokopedia dan Gojek melanggar aturan larangan praktik monoopli, KPPU harus melakukan analisa atau investigasi terlebih dahulu, di mana investigasi tersebut baru bisa dilakukan setelah GoTo didaftarkan di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Tetapi secara kasat mata, Wibowo melihat memang ada potensi penguasaan dari hulu ke hilir.

“Kami baru bisa bicara ada atau tidaknya monopoli setelah dilakukan analisa. Tetapi secara kasat mata, ada potensi penguasaan. Kalau penguasaan marketplace sepertinya tidak, karena masih banyak pesaingnya. Kalau penguasaan dari hulu ke hilir dan rantai distribusi, mungkin saja ada. Dalam hal ini, ada kemungkinan karena ada banyak jasa tambahan, bukan hanya marketplace, tetapi juga pembayaran dan delivery, ini kan juga sesuatu yang mungkin saja bisa menimbulkan penguasaan pasar. Tapi sekali lagi, ini baru potensi. Semuanya baru bisa terjawab setelah dilakukan analisa,” kata Wibowo saat dihubungi Beritasatu.com, Senin (17/5).

Apabila dari hasil analisa KPPU potensi tersebut terbukti, KPPU bakal memberikan beberapa rekomendasi perbaikan. Namun, Wibowo berharap tidak ada hal yang dilanggar Tokopedia dan Gojek dari hasil merger ini. Apalagi juga sudah ada pedoman yang mengatur tentang hal-hal yang boleh atau tidak dilakukan setelah merger.

“Kalau memang ada yang dilanggar, kita akan berikan rekomendasi perbaikan. Dulu pun saat merger XL Axiata dan Axis, ada beberapa poin perubahan yang harus dilakukan dan itu aman-aman saja. Belum pernah dalam sejarahnya KPPU membubarkan hasil merger,” kata Wibowo.

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com