Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki

Teten Masduki: Pelarangan 13 Produk Asing Selamatkan Rp 300 Triliun

Selasa, 18 Mei 2021 | 14:32 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) terus berupaya untuk meningkatkan perlindungan produk UMKM dari persaingan yang kurang sehat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendorong platform digital Shopee untuk menutup akses 13 produk crossborder yang masuk ke Indonesia. 

“Potensinya cukup besar untuk penyelamatan produk UMKM ini hampir Rp 300 triliun per tahun. Hal yang meliputi industri fashion muslim yang nilainya Rp 280 triliun per tahun. Serta industri batik yang potensinya Rp 4,89 triliun, ini yang saya kira perlu kita protect sehingga mereka (UMKM) masih bisa berkembang,” ucap Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam konferensi pers secara virtual pada Selasa (18/5).

Advertisement

Adapun  13 kategori produk yang dilarang masuk ke Indonesia oleh Shopee adalah hijab, atasan muslim pria, bawahan muslim wanita, dress muslim, atasan muslim pria, bawahan muslim pria, outwear muslim, mukena, pakaian muslim anak, aksesoris muslim, peralatan sholat, batik, dan kebaya. Teten mengatakan  Indonesia memang sudah masuk ke era perdagangan bebas, namun pemerintah juga memperhatikan tingkat kompetitif UMKM.

“Karena itu saya memberikan apresiasi ke Shopee yang sudah bersedia melakukan pembatasan penjualan produk. Terutama yang sudah bisa dibuat oleh UMKM kita sendiri,” kata Teten.

Dia mengatakan pihaknya memprioritaskan digitalisasi UMKM, dengan semakin banyaknya UMKM yang onboarding di platform digital akan memberikan keuntungan ekonomi bagi UMKM. Pemerintah juga menjalankan pembangunan infrastruktur digital yang diharapkan  berdampak positif untuk kesejahteraan pelaku UMKM.

“UMKM juga butuh pasar digital, karena itu kolaborasi antara pemerintah  dan pengelola platform digital perlu ditingkatkan, dengan mengutamakan produk UMKM,” kata Teten.

Direktur Shopee Indonesia Handhika Jahja
Direktur Shopee Indonesia Handhika Jahja

Sementar itu, Direktur Shopee Indonesia Handhika Jahja mengatakan memprioritaskan pelaku UMKM dan produk dalam negeri. Sehingga bisa meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global. Pihaknya sedang mengkaji upaya  untuk bisa membatasi dan memberikan prioritas kepada penjual dan produk lokal.

“13 jenis usaha ini bisa dibilang kajian pertama yang akan terus kita diskusikan sesuai arahan dari pemerintah tentang jenis usaha yang mau di dorong dari pengusaha lokal, terutama yang ada produksi di Indonesia,” kata Handhika.

Dia mengatakan persentase produk asing di Shopee hanya 3% dari total penjualan. *Pelarangan ini tidak memberikan dampak besar ke Shopee Dengan adanya pelarangan ini diharpakan lebih mendukung pelaku UMKM dan semakin memajukan perekonomian nasional.

“3% ini angka yang kecil dengan kebijakan ini bisa lebih baik lagi. Tentunya  semua ini adalah hasil kerjasama, bimbingan dari pemerintah,” pungkas Handhika. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN