Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pembangunan infrastruktur. Foto ilustrasi: IST

Pembangunan infrastruktur. Foto ilustrasi: IST

MCKINSEY SARANKAN 10 LANGKAH PULIHKAN EKONOMI KE PRAPANDEMI

Pembangunan Infrastruktur akan Jadikan RI Ekonomi Terbesar Ke-7

Kamis, 20 Mei 2021 | 14:11 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – McKinsey menyarankan pemerintah antara lain mengencarkan pembangunan infrastruktur dan penggunaan teknologi 4.0 di seluruh sektor, guna mempercepat pemulihan dan menjadikan Indonesia negara dengan ekonomi terbesar ketujuh di dunia pada 2030. Investasi infrastruktur untuk kebutuhan negara diperkirakan tumbuh rata-rata sekitar 9% per tahun, dengan total mencapai US$ 330 miliar antara tahun 2020 dan 2030.

Kedua hal tersebut merupakan bagian dari total 10 saran McKinsey & Company untuk menjadikan Indonesia ekonomi terbesar ketujuh di dunia pada 2030. Sedangkan delapan langkah yang lain, yang pertama adalah mendorong investasi dengan menggunakan skema Public Private Partnership (PPP) untuk meningkatkan kapasitas di sektor kesehatan.

Kedua, mengoptimalkan teknologi untuk mengembangkan sektor pertanian. Ketiga, mempromosikan pariwisata untuk turis lokal.

Keempat, mempercepat bauran energi baru dan terbarukan untuk mempercepat transisi energi. Kelima, mendorong penggunaan teknologi di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang merupakan tulang punggung perekonomian domestik. Keenam, mempercepat adaptasi digital teknologi. Ketujuh, meningkatkan kapasitas SDM untuk jenis pekerjaan di masa depan. Kedelapan, pemerintah harus membangun rantai pasok yang lebih kuat.

Senior Partner di McKinsey & Company Indonesia Khoon Tee Tan. Foto: IST
Senior Partner di McKinsey & Company Indonesia Khoon Tee Tan. Foto: IST

Senior Partner di McKinsey & Company Indonesia Khoon Tee Tan mengatakan, 10 langkah itu terbagi dalam tiga tema utama yaitu resilience, creativity, dan enabling.

“Ya, Indonesia itu bisa menjadi Negara dengan ekonomi terbesar ketujuh di dunia pada 2030, bila ada upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi ke level sebelum pandemi dalam sembilan tahun ke depan,” ucap Khoon Tee Tan dalam diskusi media secara virtual, pada Rabu (19/5).

Dari sisi resilience, kata Khoon Tee, ada empat yang harus dila kukan. Pertama adalah meningkatkan investasi dengan menggunakan skema PPP untuk meningkatkan kapasitas di sektor kesehatan, baik untuk meningkatkan kapasitas dokter, tenaga profesional yang lain, dan infrastrukturnya.

“Dengan inovasi terbaru seperti telemedicine dan mobile healthcare, ini bisa meningkatkan jangkauan ke kawasan yang tertinggal. Hal itu bisa tercapai melalui skema partnership,” kata Khoon Tee.

Kedua, mengoptimalkan teknologi untuk mengembangkan sektor pertanian, apalagi dalam kondisi pandemi ini sempat ada kekhawatiran mengenai kondisi produktivitas pangan. Dengan menggunakan teknologi, produktivitas di sektor pertanian tetap terjaga. Ketiga, mempromosikan pariwisata bagi turis lokal untuk mendorong pemulihan ekonomi hingga  ke daerah.

“Untuk membantu sektor pariwisata pulih secepat mungkin, Indonesia harus fokus pada dua bidang penting. Ini adalah mempromosikan pariwisata domestik dan meningkatkan infrastruktur pariwisata,” ucapnya.

Langkah keempat, fokus membangun infrastruktur, khususnya infrastruktur logistik, transportasi, dan bandara. McKinsey memperkirakan antara tahun 2020 dan 2030, investasi infrastruktur untuk kebutuhan Negara tumbuh rata-rata sekitar 9% per tahun, mencapai total US$ 330 miliar atau sekitar Rp 4.723 triliun.

“Sebagian besar dari permintaan tersebut adalah hasil dari urbanisasi yang berkelanjutan. Selain itu, hasil berbagai inisiatif nasional dan provinsi yang sudah berjalan,” paparnya.

Teknologi 4.0 Semua Sektor

McKinsey.
McKinsey.

Khoon Tee mengatakan lebih lanjut, dalam tema kreativitas, pemerintah RI bisa melakukan empat langkah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Pertama, mendorong penggunaan teknologi 4.0 di seluruh sektor ekonomi.

Kedua, mempercepat bauran energi baru dan terbarukan untuk mempercepat transisi energi. Ketiga, mendorong penggunaan teknologi di sektor UMKM, sebab UMKM merupakan tulang punggung perekonomian domestik.

“Keempat, mempercepat adaptasi digital teknologi. Dengan demikian, bisa meningkatkan service level untuk pelayanan publik maupun private sector,” kata Khoon Tee.

Sedangkan pada tema enabling ada dua hal yang perlu dilakukan pemerintah. Pertama, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) untuk jenis pekerjaan di masa depan.

“Pemerintah harus fokus kepada kebutuhan kemampuan tenaga kerja di masa depan. Yang kedua, pemerintah harus membangun rantai pasok yang lebih kuat,” ucapnya.

Tambahan Pertanian US$ 7 M

20 Ekonomi terbesar di dunia tahun 2020
20 Ekonomi terbesar di dunia tahun 2020

Khoon Tee optimistis, penggunaan teknologi akan mengoptimalkan sektor pertanian. Percepatan adopsi teknologi pertanian modern dapat menghasilkan hingga US$ 6,6 miliar setahun dalam output ekonomi tambahan, dari hasil yang lebih baik.

Khoon Tee mengatakan, sektor pertanian berperan sebesar 13% terhadap produk domestik bruto Indonesia. Selain itu, sekitar 30% tenaga kerja berada pada sektor tersebut.

“Untuk meningkatkan produktivitas memang dibutuhkan upaya khususnya dalam digital technology, otomasi, dan mekanisasi. Dari hal-hal seperti inilah bisa ditingkatkan sektor pertanian dan ketahanan pangan,” ucap Khoon Tee.

Ia mengatakan, saat ini masih banyak petani yang bekerja dengan luas lahan yang kecil. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya untuk membangun ekosistem digital, mulai dari rantai pasok digital hingga berjualan secara daring, guna membantu meningkatkan pendapatan para petani.

“Para petani nantinya bisa mencari alat produksi yang lebih murah, dan mendapatkan harga yang pas untuk produk yang dijual. Teknologi digital maupun upaya untuk membuat ekosistem digital, bisa mem-boosting ekonomi Indonesia dengan dampak yang cukup besar, juga dari sisi ketahanan pangan,” ucapnya.

Survei yang dilakukan oleh McKinsey & Company Indonesia menunjukkan, 85-90% petani memiliki akses yang baik ke internet dan menggunakan WhatsApp. Tetapi, hanya 2% yang menggunakannya untuk membeli atau menjual barang dan hanya sekitar 30% yang mau mempertimbangkan ini. Dengan mendorong petani menggunakan e-commerce, dia yakin akan berdampak positif untuk sektor pertanian.

Kuartal II 7%

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: IST
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: IST

Pada kesempatan terpisah, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan sebelumnya, pihaknya meyakini pertumbuhan ekonomi kuartal II-2021 sudah akan kembali positif, bahkan mencapai 7%. Untuk mencapai angka tersebut, kata dia, pemerintah akan mendorong sejumlah indikator perekonomian. Ia menuturkan, ekonomi kuartal I-2021 masih kontraksi sebesar 0,74%. Namun, pertumbuhan ekonomi tahun 2021 secara keseluruhan ditargetkan pada kisaran 4,5-5,3%.

Menurut data Badan Pusat Statistik, tahun lalu ekonomi RI terkontraksi 2,07% (c-to-c) dibandingkan tahun 2019, karena dampak pandemi Covid-19. Perekonomian Indonesia 2020 yang diukur berdasarkan produk domestic bruto atas dasar harga berlaku sebesar Rp 15.434,2 triliun, sedangkan PDB per kapita sebesar Rp 56,9 juta atau US$ 3.911,7.

Sedangkan tahun 2019, ekonomi Indonesia tumbuh 5,02%. Berdasarkan data Bank Dunia, PDB Indonesia tahun 2020 berada pada peringkat ke-16 terbesar dunia dengan nilai sekitar US$ 1,1 triliun. Sedangkan di peringkat pertama adalah Amerika Serikat dengan PDB US$ 20,6 triliun, dan yang kedua adalah RRT sekitar US$ 14,7 triliun. PDB ini berdasarkan harga berlaku dalam dolar AS.

Kerja Sama BI

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: IST
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: IST

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan sebelumnya, pihaknya terus bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) dalam mempercepat penanganan pandemic Covid-19 dan dampaknya terhadap ekonomi.

“Kerja sama dan koordinasi dua institusi ini bisa terlaksana secara sinergis, baik dalam kapasitas sebagai Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) maupun dalam pelaksanaan tugas untuk menjaga perekonomian Indonesia di tengah situasi pandemi Covid- 19 saat ini,” ucapnya belum lama ini.

Airlangga Hartarto yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC- PEN) juga menyampaikan, hingga 11 Mei 2021, realisasi dana program pemulihan ekonomi nasional telah mencapai Rp 172,35 triliun atau sebesar 24% dari pagu.

Menurut Airlangga, realisasi dana PEN itu mencakup Program Kesehatan sebesar Rp 24,9 triliun (14,2% dari pagu), Program Prioritas sebesar Rp 21,8 triliun (17,6% dari pagu), Program Dukungan UMKM dan Korporasi Rp 42,03 triliun (21,7% dari pagu), dan Program Insentif Usaha sebesar Rp 26,83 triliun (47,2% dari pagu).

Selanjutnya, realisasi Program Perlindungan Sosial (Perlinsos) sebesar Rp 56,79 triliun atau 37,8% dari pagu senilai Rp 150,28 triliun. Ini dengan rincian realisasi Program Keluarga Harapan (PKH) mencapai 48,19%, Kartu Sembako 38,20%, Bantuan Sosial Tunai sebesar 98,39%, dan BLT Desa sebesar 17,41%.

Percepatan Vaksinasi

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani. Foto: IST
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani. Foto: IST

Untuk mempercepat pemulihan ekonomi, upaya yang dilakukan pemerintah juga mencakup vaksinasi Covid-19 secara massal. Upaya ini juga didukung kalangan pengusaha lewat program Vaksinasi Gotong Royong, yakni vaksinasi yang dibayar perusahaan untuk diberikan kepada karyawan secara gratis.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani mengatakan, hingga kini, sebanyak 10 juta orang telah didaftarkan dalam program Vaksinasi Gotong Royong yang diinisiasi oleh pihak swasta. Program ini diikuti oleh pelaku usaha, baik korporasi maupun UMKM.

“Mereka melakukan registrasi atau pendaftaran di Kadin melalui link Kadin. Ini kami lakukan tidak ada yang manual, semua secara automatic. Itu sudah ada 22.736 perusahaan dan sudah menyentuh 10 juta orang,” ujar Rosan.

Airlangga mengatakan pula, pemerintah juga harus mengantisipasi kenaikan penyebaran Covid-19 terutama dengan adanya kasus dari India. Beberapa negara juga melakukan lockdown kembali seperti di Singapura. “Oleh karena itu, kita tetap waspada. Bagaimana kita bisa mengungkit ekonomi, namun tetap menjaga kewaspadaan terhadap secondary effect dari Covid-19 yang berasal dari India,” kata Airlangga.

Direktur Treasury & International Banking PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Panji Irawan. Foto: IST
Direktur Treasury & International Banking PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Panji Irawan. Foto: IST

Pada kesempatan terpisah, Direktur Treasury & International Banking PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Panji Irawan mengatakan sebelumnya, sejalan dengan pemulihan ekonomi nasional, permintaan kredit akan membaik. Bank BUMN ini menaksir pertumbuhan kreditnya bisa menyentuh 5% tahun ini. (ns/try/th/nid/pri/ant/sumber lain/en)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN