Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Program binaan start-up diharapkan menjadi solusi dalam mengurangi dan mendaur ulang penumpukan sampah organik di rest areap JTTS dengan memanfaatkan teknologi ramah lingkungan. Foto: Hutama Karya

Program binaan start-up diharapkan menjadi solusi dalam mengurangi dan mendaur ulang penumpukan sampah organik di rest areap JTTS dengan memanfaatkan teknologi ramah lingkungan. Foto: Hutama Karya

Hutama Karya Gandeng Start-Up Kelola Sampah Organik di Rest Area Tol Trans Sumatera

Jumat, 4 Juni 2021 | 09:25 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Hutama Karya (Persero) meluncurkan program binaan start-up berbasis teknologi pengelolaan sampah organik dengan menggandeng Dioola Indonesia dan  Rexic untuk mendaur ulang limbah sampah di rest area Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) operasional.

Dioola Indonesia dan  Rexic merupakan sociopreneur berbasis  pengelolaan sampah dan rehabilitasi  lingkungan untuk mengelola limbah  sampah organik berbasis zero waste. Melalui program binaan start-up tersebut, Hutama Karya berharap dapat menjadi salah satu solusi dalam mengurangi dan mendaur ulang penumpukan sampah organik yang berasal dari sisa makanan di sepanjang rest area JTTS dengan memanfaatkan teknologi ramah lingkungan.

Selain itu, Dioola Indonesia dan  Rexic juga merupakan finalis ajang Innovation Challenge dan Bussines Summit 2020 yang diselenggarakan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) yang mana Hutama Karya mendukung penuh kegiatan tersebut. 

Limbah sampah organik didaur ulang sebagai produk yang bernilai ekonomis.Foto: Hutama Karya
Limbah sampah organik didaur ulang sebagai produk yang bernilai ekonomis.Foto: Hutama Karya

Dari 20 finalis kompetisi inovasi nasional bagi semua pelaku start-up pemula di  Indonesia, Hutama Karya melirik kedua  startup tersebut untuk menjadi calon  mitra binaan perusahaan dengan  harapan dapat berkolaborasi dalam  berbagai program perusahaan khususnya yang berkaitan dengan kelangsungan bisnis yang mendukung  peningkatan kelestarian lingkungan. 

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Tjahjo Purnomo menjelaskan untuk  tahap pertama ini, Hutama Karya telah  memberikan bantuan modal usaha  kepada Dioola Indonesia dan  Rexic untuk mengembangkan dan meningkatkan bisnis masing-masing  start-up dalam mengolah kembali  sampah organik di sekitar rest area  JTTS.

Limbah sampah organik didaur ulang menjadi pupuk. Foto: Hutama Karya
Limbah sampah organik didaur ulang menjadi pupuk. Foto: Hutama Karya

Dengan bertambahnya ruas tol yang beroperasi di JTTS, kata Tjahjo akan  berdampak pada peningkatan jumlah  pengunjung rest area yang secara tidak  langsung akan meningkatkan jumlah  sampah organik yang berasal dari  makanan sisa. 

"Nah, melalui program binaan start-up ini, sampah organik dari sisa makanan di rest area JTTS akan didaur ulang Dioola Indonesia dan  Rexic menjadi berbagai produk yang bermanfaat, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomis di antaranya pupuk organik dan maggot. Setelah kami beri modal usaha, dalam jangka waktu enam bulan ke depan akan kami evaluasi perkembangan bisnisnya.  Jika progresnya positif, kami akan rintis  sebagai mitra binaan Hutama  Karya,”  terang Tjahjo dalam keterangan tulisnya, Kamis (3/6).

Hutama Karya juga telah mengacu pada ISO 26000 untuk mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goal (SDGs) keberlanjutan sebagai salah satu aspek penting dalam pengembangan bisnis sekaligus kelestarian alam dan lingkungan di dalamnya. 

Hutama Karya sudah melirik DIOOLA Indonesia dan Rexic untuk menjadi calon mitra binaan perusahaan. Foto: Hutama Karya
Hutama Karya sudah melirik DIOOLA Indonesia dan Rexic untuk menjadi calon mitra binaan perusahaan. Foto: Hutama Karya

Peluncuran program binaan start up  berbasis pengelolaan sampah organik dilakukan melalui metode biokonversi oleh larva Black Soldier Fly (BSF) yang diharapkan dapat mencegah  penumpukan sampah berlebih dan  mendaur ulang kembali sampah organik yang berasal dari sisa-sisa makanan  para pengguna jalan tol di rest area JTTS dengan menggunakan teknologi ramah  lingkungan.

"Dari berbagai produk yang dihasilkan  start-up sni, selain mewujudkan lingkungan hijau di sekitar JTTS,  juga dapat membantu start-up lokal untuk  naik kelas. Kami menargetkan kolaborasi Hutama Karya dengan start-up lokal  yang akan kami bina ini dapat segera direalisasikan dan ke depan dapat  dimanfaatkan bukan hanya untuk  pengelolaan sampah di rest area, tapi juga di seluruh layanan publik yang  dikelola perusahaan," tutup Tjahjo.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN