Menu
Sign in
@ Contact
Search
Kebutuhan Gas Industri

Kebutuhan Gas Industri

Kebijakan Harga Gas Berdampak Positif ke Perekonomian

Senin, 28 Juni 2021 | 10:26 WIB
Leonard AL Cahyoputra (leonard.cahyoputra@beritasatumedia.com)

Jakarta, investor.id-Kebijakan harga gas yang pro industri telah berdampak positif ke perekonomian, terutama pada penerimaan pajak dari industri manufaktur. Pada Mei 2021, pajak yang disetor sektor manufaktur tumbuh 42,24% atau lebih tinggi dari April 2021 yang tumbuh 10,17%. Secara tahunan (year-on-year/yoy), hingga akhir Mei 2021, kontribusi industri pengolahan terhadap penerimaan pajak juga tumbuh 5,31%. Kontribusi penerimaan pajak dari industri pengolahan di antaranya didukung oleh tujuh sektor industri yang mendapatkan fasilitas penyesuaian harga gas US$ 6 per metric british thermal unit (MMBTU).

Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif mengatakan, ketujuh sektor industri yang mendapat penyesuaian harga gas tersebut antara lain pupuk, oleokimia, keramik, petrokimia, baja, kaca, dan sarung tangan karet yang terdiri atas 176 industri. Setoran pajak ketujuh sektor tersebut mengalami peningkatan tiap tahunnya, misalnya pada Pajak Penghasilan (PPh) 21. Pada 2019, tercatat PPh badan sejumlah Rp3,30 triliun, sementara pada 2020 naik menjadi Rp3,4 triliun. “Industri manufaktur tetap menunjukkan kontribusi besar terhadap perekonomian, salah satunya melalui realisasi penerimaan pajak,” kata dia dalam keterangan persnya yang dikutip Senin (28/6).

Hal tersebut juga menunjukkan terjadinya multiplier effect, yakni industri yang memperoleh penyesuaian harga gas bumi tertentu secara agregat mampu mempertahankan jumlah karyawannya pada masa pandemi Covid-19 dan mampu meminimalkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Selanjutnya, Pajak Penghasilan (PPh) 22 ekspor pada tujuh sektor tersebut juga mengalami peningkatan. Ini mengindikasikan terdapat peningkatan ekspor dan peningkatan daya saing produk-produk yang memperoleh pernyesuaian harga gas bumi tertentu. Sementara PPh 22 impor mengalami penurunan. Hal ini dipengaruhi penurunan impor produk-produk bahan baku industri, karena penggunaan substitusi berupa bahan baku lokal. “Hal ini didukung dengan fakta bahwa pertumbuhan industri kimia yang mayoritas merupakan bahan baku produk-produk industri pada 2020 mencapai 9% dan oleokimia kurang lebih 5%,” papar Febri.

Kebijakan penyesuaian harga gas US$ 6 per MMBTU juga mampu meningkatkan utilisasi perusahaan-perusahaan yang menerima fasilitas tersebut secara signifikan. Industri kaca, keramik, dan baja mengalami kenaikan utilitas paling signifikan, setelah hampir kolaps dan bertahan pada tingkat produksi 20-30% di awal 2020. “Saat ini, utilisasi industri kaca sudah meningkat 100%, dan keramik sudah mencapai 78%. Sementara industri baja sudah jauh membaik di level utilitas 52,2%,” jelas Febri. Ekspor produk oleokimia dan keramik juga meningkat 26% dan 25% hingga akhir 2020. Ini menunjukkan produk-produk kita mulai berdaya saing di pasar ekspor. Industri keramik juga pantas berbangga karena prestasi ini baru pertama kali dicapai oleh sektor tersebut sejak harga gas bumi naik drastis pada 2013.

Kebijakan penyesuaian harga gas bumi tertentu juga turut meningkatkan investasi. Dari 176 perusahaan industri yang mendapatkan penyesuaian harga gas bumi tertentu, terdapat 29 perusahaan yang melaporkan rencana investasi sebanyak 53 proyek dengan nilai total investasi Rp 191 triliun. Tercatat, sektor kimia dan pupuk terdapat 16 proyek dari 11 industri dengan nilai investasi Rp 112,86 triliun. Sektor baja 17 proyek dari enam industri dengan nilai investasi Rp 70,98 triliun. Sektor oleokimia lima proyek dari empat industri, dengan nilai investasi Rp 4,54 triliun.

Selanjutnya, sektor sarung tangan karet sebanyak lima proyek dari tiga industri dengan nilai investasi Rp 567 miliar dan sektor kaca satu proyek dari satu industri dengan nilai investasi Rp 174 miliar. Kesungguhan dan komitmen pemerintah dalam pelaksanaan kebijakan penyesuaian harga gas bumi tertentu, telah memberikan kepercayaan diri para pelaku usaha di Indonesia. Hal ini berkontribusi pada peningkatan Purchasing Manager Index (PMI) yang mencapai nilai 55,30 pada Mei 2021, hampir dua kali lipat nilai indeks pada periode yang sama tahun lalu. “Hal ini menunjukkan antusiasme industri untuk menyusun rencana ekspansi mulai 2020 sampai 2026,” pungkas Febri.

Industri Keramik

Senada dengan Febri, Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto menerangkan, kinerja industri keramik nasional terus mengalami peningkatan pada kuartal I-2021, utilisasi mencapai level 75% sekaligus menjadi yang tertinggi sejak 2015. Moncernya kinerja industri keramik tidak luput dari kebijakan stimulus harga gas sebesar US$ 6 per MMBTU untuk industri keramik. "Stimulus harga gas sangatlah efektif dan di waktu yang juga sangat tepat," kata Edy.

Selain itu, jelas Edy, industri keramik lebih cepat pulih dan bangkit di tengah pandemi tidak lepas dari peran pemerintah melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), dana desa, serta percepatan penyerapan anggaran belanja nasional dan daerah, sehingga tren peningkatan utilisasi dapat terjaga karena adanya pemulihan daya beli atau tarikan pasar. "Bahkan kabar yang menggembirakan di Juni ini tingkat utilisasi produksi nasional sudah berkisar 78%," terangnya.

Asaki mengharapkan perhatian khusus dan dukungan dari Kementerian ESDM agar implementasi Kepmen No.89/2020 tentang Harga Gas sebesar US$ 6 per MMBTU untuk industri keramik di Jawa Timur (Jatim) bisa segera terealisasi secara penuh. Industri keramik di Jatim sudah menunggu setahun lebih dan sampai saat ini belum mendapatkan kepastian dari PGN. Kondisi tersebut membuat industri keramik di Jatim membayar harga gas lebih mahal sekitar 20% dibanding sesama industri keramik domestik. "Asaki siap menyerap lebih pemanfaatan gas dan saat ini masih menunggu kepastian dari Kepmen ESDM untuk tambahan alokasi volume gas tahap dua sebesar 40 BBTUD," terang Edy.

Editor : Tri Listiyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com