Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Rumah Bersubsidi (Ilustrasi/IST)

Rumah Bersubsidi (Ilustrasi/IST)

Penyaluran FLPP Rumah Bersubsidi Tembus Rp 8,77 Triliun

Senin, 28 Juni 2021 | 14:15 WIB
Imam Mudzakir (imam_koran@investor.co.id)

Jakarta, investor.id-Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebutkan, hingga triwulan II-2021, penyaluran dana Fasilitas Likuiditas pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2021 telah mencapai 80.627 unit atau setara dengan Rp 8,77 triliun. Penyaluran FLPP tersebut dilakukan oleh 40 bank pelaksana.

Tercatat sampai 17 Juni 2021, penyaluran dana FLPP telah menjangkau 80.627 unit rumah dengan total nilai Rp 8,77 triliun (51,19%) dari target penyaluran 157.500 unit. Sementara itu, total penyaluran dana FLPP dari 2010 hingga 2021 telah mencapai 845.482 unit senilai Rp 64,37 triliun. “Kami apresiasi bank pelaksana atas kontribusinya dalam menyalurkan dana FLPP. Rapor bank pelaksana semakin membaik. Semua berjalan sesuai koridor percepatan penyaluran dana FLPP yang ditargetkan Oktober 2021 bisa diselesaikan,” ujar Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin saat Evaluasi Bank Pelaksana Triwulan II Penyaluran Dana FLPP Tahun 2021 di Jakarta, baru-baru ini.

Dalam evaluasi itu terungkap bahwa, pada triwulan II-2021 terdapat 19 bank penyalur yang berkinerja di atas 50% yang terdiri atas empat bank nasional dan 15 bank pembangunan daerah (BPD). Di sisi lain, terdapat 21 bank penyalur yang berkinerja di bawah 50% yang terdiri atas empat bank nasional dan 17 BPD.

Sesuai kesepakatan pada Perjanjian Kerja Sama (PKS) dana FLPP antara bank pelaksana dengan PPDPP, jika pada triwulan II-2021 penyaluran KPR Sejahtera FLPP tidak mencapai 50% dari target PKS maka PPDPP akan melakukan pengurangan kuota minimal 25% terhadap sisa target PKS. Sebaliknya, akan dilakukan penambahan kuota pada evaluasi triwulan II dan III yang akan dialokasikan kepada bank pelaksana lain yang telah mencapai penyaluran 80% dari target PKS dengan menggunakan bobot penilaian. Berdasarkan perjanjian tersebut maka 19 bank berpeluang mendapatkan penambahan kuota dan 21 bank pelaksana akan dikurangi kuotanya dalam menyalurkan dana FLPP.

Dalam pertemuan tersebut, 40 bank (terdiri atas delapan bank nasional dan 32 BPD) menerima rapor evaluasi atas penilaian 12 indikator yang ditetapkan oleh PPDPP. Indikator penilaian tersebut meliputi berbagai aspek, yaitu lama waktu tunggu SiKasep (Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan), kepatuhan penyampaian berkas asli, sosialisasi dan edukasi, dan ketepatan sasaran penyaluran dana FLPP. Selain itu, tindak lanjut peringatan, penyiapan stiker FLPP, penyediaan seluruh data penyaluran dana FLPP, perubahan data debitur, penyampaian data debitur aktif, penyerahan rekening koran tepat waktu, rekonsiliasi dan pelunasan dipercepat.

Tiga bank terbaik berdasarkan 12 indikator tersebut adalah BPD Sumselbabel, BPD NTB Syariah, dan BPD Sulselbal Syariah. Sedangkan lima bank penyalur dana FLPP tertinggi dicapai Bank BTN, BTN Syariah, BNI, BRI, dan BJB. Sedangkan lima bank terbaik dari sisi indikator layanan diraih BRI Agroniaga, BRI, BTN, Aceh Syariah, dan Kalsel Syariah.

 

 

Editor : Tri Listiyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN