Menu
Sign in
@ Contact
Search
Direktur Utama PT Bhanda Ghara Reksa M Kuncoro Wibowo. Foto:Istimewa

Direktur Utama PT Bhanda Ghara Reksa M Kuncoro Wibowo. Foto:Istimewa

BGR-ITS Kembangkan Bahan Bakar Alternatif dari Minyak Jelantah

Selasa, 29 Juni 2021 | 21:36 WIB
Amrozi Amenan (ros_amrozi@yahoo.com)

SURABAYA, investor.id - Perusahaan di bidang logistik, PT Bhanda Ghara Reksa (BGS) bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) akan mengembangkan sarana pembelajaran dan penelitian (teaching factory) pengelolaan dan produksi bahan bakar nabati biodiesel dan gliserin dengan bahan baku minyak jelantah. BGR akan memanfaatkan bahan bakar alternatif itu untuk kebutuhan 1.500 armada truknya.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) teaching factory pengelolaan minyak jelantah dengan menggunakan Integrated Biodiesel Laboratory dilakukan secara daring, Senin (28/6/2021).

Direktur Utama BGR M Kuncoro Wibowo menyatakan, PKS menindaklanjuti nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang telah ditandatangani bersama sebelumnya. Kerja sama ini mempertimbangkan perlunya inovasi dalam hal daur ulang dan pengelolaan limbah.

“Pengelolaan limbah merupakan salah satu sektor yang perlu diperhatikan. Kondisi ini apabila diperhatikan dengan serius, akan menghasilkan peluang yang menjanjikan,” kata Kuncoro, Selasa (29/6/2021).

Kuncoro meyakini kebutuhan bahan bakar alternatif cukup besar. Dia mempertimbangkan BGR yang membutuhkan bahan bakar untuk 1.500 armada truk yang dimiliki. “Kami yakin kebutuhan bahan bakar di Indonesia sangat tinggi, dan dibutuhkan alternatif bahan bakar pengganti,” papar dia.

Sementara itu, Wakil Rektor IV Bambang Pramujati, menambahkan, program kerja sama ini merupakan mini plan terhadap sarana pembelajaran dan penelitian. Yakni, dalam pengelolaan hingga produksi bahan bakar nabati biodiesel dan gliserin dengan bahan baku minyak jelantah.

“Minyak jelantah merupakan salah satu limbah yang banyak diproduksi terlebih dari industri pangan,” tutur dia.

Menurut Bambang, proses pelaksanaan kerja sama ini akan dilakukan sebanyak dua tahap. Pada tahap pertama akan dilakukan riset pengelolaan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Kemudian, pada tahap kedua akan dilanjutkan dengan proses produksi, utilisasi dan komersialisasi. “ITS memperkirakan mampu memproduksi 1.000 liter setiap 5 jam produksi,” tandasnya.

Bambang menyebutkan, rancangan pelaksanaannya telah dimatangkan secara paralel, mulai dari detail layout daerah yang aman untuk menjadi sasaran wilayah hingga penyusunan daftar perawatan. Rencananya, daerah sasaran adalah kawasan Sains Techno Park (STP) ITS pada klaster otomotif.

“Kedepan, BGR dan ITS akan meneruskan program kerja sama ini sebagai wujud kontribusi dalam mendukung upaya penghijauan di Indonesia. Hal ini seiring dengan rencana pemerintah dalam menetapkan biodiesel sebagai bahan bakar alternatif utama,” papar Bambang.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com