Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Luhut B Pandjaitan. Foto: IST

Luhut B Pandjaitan. Foto: IST

Luhut: Pemerintah Kembali Gulirkan Bansos Saat PPKM Darurat

Kamis, 1 Juli 2021 | 15:50 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah akan menggulirkan kembali program bantuan sosial (bansos) selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Hal tersebut sudah dibicarakan dengan sejumlah Kementerian/Lembaga(K/L) terkait.

“Kami sepakat bahwa bansos akan digulirkan lagi.  Menteri Sosial, Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia dan beberapa teman-teman lain telah bertemu dan sudah sepakat untuk kita bantu lagi,” ucap Luhut dalam konferensi pers secara virtual pada Kamis (1/7).

Menkomarvest Luhut B Pandjaitan menjelaskan secara rinci peraturan PPKM Darurat, Kamis (1/7/2021). Sumber: BSTV
Menkomarvest Luhut B Pandjaitan menjelaskan secara rinci peraturan PPKM Darurat, Kamis (1/7/2021). Sumber: BSTV

Hal ini sejalan dengan instruksi Presiden Joko Widodo bahwa pelaksanaan PPKM darurat tidak hanya sekadar untuk penanganan covid namun juga memberikan perlindungan kepada masyarakat menengah ke bawah. Pemulihan dari sektor kesehatan dilakukan namun dari sisi perekonomian juga tetap diperhatikan

“Agar jumlah kasus covid di kalangan menengah ke bawah jangan bertambah-tambah jangan sampai rakyat menderita berkelanjutan. Melalui langkah tersebut dampak PPKM Darurat akan dimitigasi dan  recovery ekonomi akan lebih cepat dari sebelumnya,” ucapnya.

PPKM Darurat direncanakan berlangsung pada 3 Juli hingga 20 Juli 2021. Pelaksanaan kegiatan pada sektor non esensial diberlakukan 100% work from home.  Sedangkan pelaksanaan kegiatan sektor esensial seperti sektor keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi, dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina Covid-19, industri orientasi ekspor diberlakukan 50% maksimal staf work from office dengan protokol kesehatan ketat.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN