disini
Pelni Batasi Akses Penjualan Tiket Kapal di Masa PPKM Darurat
 Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu Kapal Pelni. Foto ilustrasi: IST

Salah satu Kapal Pelni. Foto ilustrasi: IST

Pelni Batasi Akses Penjualan Tiket Kapal di Masa PPKM Darurat

Jumat, 2 Juli 2021 | 20:43 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id -  PT Pelni (Persero) akan membatasi akses pembelian tiket kapal selama masa penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat Jawa - Bali pada 3 hingga 20 Juli 2021 mendatang. Perusahaan akan menghentikan sementara penjualan tiket kapal melalui saluran online hingga travel agent.

Pjs. Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni Opik Taufik menyampaikan, penjualan tiket kapal Pelni hanya dilakukan melalui loket kantor cabang Pelni. Perusahaan juga mendorong pelanggan untuk melakukan pembayaran secara cashless.

Advertisement

"Sentralisasi penjualan tiket melalui loket kantor cabang akan dimulai pada 3 Juli 2021," terang Opik dalam keterangan resmi, Jumat (2/7).

Pelanggan kapal Pelni yang akan berpergian dari dan ke Pulau Jawa dan Bali diharuskan untuk menyertakan hasil negatif tes PCR dengan masa berlaku 2 x 24 jam atau  hasil negatif rapid test antigen dengan masa berlaku 1 x 24 jam.

"Selama masa PPKM darurat, pelanggan juga harus  menunjukkan sertifikat vaksinasi minimal dosis pertama sebagai pelengkap dokumen perjalanan," tambah dia.

Guna mengakomodir kebutuhan vaksinasi pelanggan kapal Pelni yang belum menerima dosis pertama, jelas Opik, perusahaan saat ini sedang mengupayakan untuk dapat memfasilitasi vaksinasi secara cuma-cuma bagi pelanggan sebelum berpergian dengan kapal Pelni.

"Perusahaan masih berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan, kantor kesehatan pelabuhan (KKP) maupun dinas kesehatan setempat. Untuk calon penumpang yang tidak atau belum melakukan vaksinasi dengan alasan medis, maka wajib dibuktikan dengan membawa surat keterangan dari dokter spesialis," jelas Opik. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN