Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ketua Umum PP ISEi Perry Warjiyo. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Ketua Umum PP ISEi Perry Warjiyo. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

BI Proyeksikan Tappering Off The Fed Awal 2022

Senin, 5 Juli 2021 | 15:56 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Bank Indonesia (BI) memperkirakan arah kebijakan pengurangan injeksi likuiditas atau tapering off oleh Bank Sentral AS, The Federal Reserve paling cepat akan dilaksanakan awal tahun 2022.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bahwa setelah mengurangi injeksi likuiditas di awal tahun 2022,  Bank Sentral AS baru akan mulai meningkatkan suku bunga Fed Fund Rate (FFR) pada kuartal IV tahun 2022.

“Kebijakan tapering likuiditas akan didahului oleh sinyal yang jelas dan dilaksanakan secara orderly, methodical dan transparan,”tutur Perry dalam Silaturahmi ISEI, Senin (5/7).

Silaturahmi Keluarga Besar ISEI 2021 secara daring Senin (5/7/2021).
Silaturahmi Keluarga Besar ISEI 2021 secara daring Senin (5/7/2021).

Untuk tahun ini, The Fed masih akan mempertahankan stance kebijakan akomodatif dengan suku bunga rendah di kisaran 0 hingga 0,25 % dan pembelian obligasi senilai US$ 120 miliar.

Menurutnya ada beberapa faktor yang membuat The Fed masih mempertahankan kebijakan akomodatif. Pertama, laju inflasi AS yang saat ini telah melebihi target 2% masih bersifat transitory dan belum permanen, sehingga bukan karena faktor struktural tight labor market.

Kedua terkait tingkat pengangguran dalam jangka panjang pemerintah AS menargetkan ditekan di kisaran 3,6 hingga 3,7%. Namun untuk tahun ini tingkat pengangguran masih berada di atas target yakni di level 4,5% meski sudah mulai turun ke 3,8%.

Paparan Ketua Umum PP ISEi Perry Warjiyo dalam . Silaturahmi ISEI 2021 secara daring, Senin (5/7/2021) Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu
Paparan Ketua Umum PP ISEi Perry Warjiyo dalam . Silaturahmi ISEI 2021 secara daring, Senin (5/7/2021) Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

“Tekanan inflasinya juga masih transitory belum permanen dan kalaupun fed akan ubah. Sehingga akan dikomunikasikan sejak awal dan dilakukan ordinary metode dan transparansi. Kita akan lihat (perkembangan) Agustus nanti gimana yaa dan FOMC bulan September kayanya belum akan tahun ini,”tegasnya.

Kendati begitu, Bank Indonesia akan melakukan antisipasi terhadap arah kebijakan The Fed. Pasalnya BI akan terus melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah.

“Pada tahun 2021, seluruh instrumen kebijakan BI tetap untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional. Kemudian tahun 2022, kebijakan moneter lebih untuk stabilitas, sementara untuk 4 kebijakan lainnya makroprudensial, sistem pembayaran, pendalaman pasar uang serta UMKM dan ekonomi syariah,”ujarnya.

3 Pilar BI

Paparan Ketua Umum PP ISEi Perry Warjiyo dalam . Silaturahmi ISEI 2021 secara daring, Senin (5/7/2021) Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu
Paparan Ketua Umum PP ISEi Perry Warjiyo dalam . Silaturahmi ISEI 2021 secara daring, Senin (5/7/2021) Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Lebih lanjut Perry mengatakan bahwa BI akan memperkuat kebijakan melalui tiga pilar. Pertama kebijakan moneter melalui stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak Fed tapering melalui triple intervention di pasar spot, DNDF, pembelian SBN dari pasar sekunder.

“Suku bunga dipertahankan rendah dan likuiditas longgar hingga muncul indikasi awal kenaikan inflasi secara permanen. Perubahan kebijakan moneter BI kemungkinan baru akan dilakukan awal tahun 2022 namun dimulai dari pengurangan likuiditas (tapering) sebelum kenaikan BI rate,” ujarnya.

Terakhir penguatan sinergi kebijakan, khususunya dengan Pemerintah melalui koordinasi moneter, fiskal dan struktural. Bahkan BI berjanji akan terus melakukan koordinasi secara intens bersama tim KSSK.

“Tahun ini dengan inflasi yang rendah dan pertumbuhan ekonomi masih rendah, sehingga seluruh kebijakan kami 5 kebijakan itu kami arahkan ke pertumbuhan, kecualikan intervensi stabilitas nilai tukar rupiah. Sehingga kenapa tahun ini akan kami jaga suku bunga rendah dan likuiditas longgar sampai ada tanda-tanda kenaikan inflasi kapan? the earliest will be early next year,” ucapnya.

Paparan Ketua Umum PP ISEi Perry Warjiyo dalam . Silaturahmi ISEI 2021 secara daring, Senin (5/7/2021) Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu
Paparan Ketua Umum PP ISEi Perry Warjiyo dalam . Silaturahmi ISEI 2021 secara daring, Senin (5/7/2021) Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Pilar kedua terkait kebijakan makroprudensial yang akomodatif, BI melanjutkan kebijakan makroprudensial longgar melalui PLM, RIM, CCB, LTV dan lainnya untuk mendorong kredit dan pertumbuhan ekonomi.

Kedua, inovasi kebijakan makroprudensial longgar akan dilanjutkan untuk mendorong sektor prioritas dan UMKM antara lain melalui RPIM.

Selanjutnya pilar ketiga terkait kebijakan digitalisasi sistem pembayaran, melalui akselerasi digitalisasi SP berdasarkan BSPI 2025 untuk integrasi ekosistem industri serta ekonomi keuangan digital nasional. Kemudian pengembangan infrastruktur FPMI dan operasional SP terhadap kelancaran stabilitas SP dan SSK termasuk terhadap serangan siber, dan terakhir efisiensi dan daya saing industri termasuk pricing policy.

“Isu yang menjadi sekarang adalah bagiamana bersama pemerintah untuk mendorong pertumbuhan kredit. Ini masalah yang kami koordinasikan lewat isnergi KKKS untuk dorong pembiayaan dunia usaha dan kami lakukan upaya bersama untuk mengatasi permasalahan ini baik dari sektor perbankan maupun sektor riil dan ini kenapa dari BI akan menjaga suku bunga rendah dan likuiditas longgar dan relaksasi makroprudensial untuk dorong penyaluran kredit,”ungkapnya.

Kendati begitu, untuk mendorong sektor riil kembali bergeliat dan berimplikasi pada terciptanya permintaan dengan percepatan vaksinasi harus terus ditingkatkan.

“Di sektor riil bagaimana dorong demand karena vaksinasi menjadi salah satu isu semoga bisa menurunkan kasus sehingga mobilitas meningkat dan demand meningkat dan kredit bisa menyalur dan ini masalah demand menjadi fokus untuk kita bisa kelihatan,” paparnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com