Menu
Sign in
@ Contact
Search
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Foto: IST

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Foto: IST

BI: Perbaikan Ekonomi Global Berlanjut Dimotori AS dan Tiongkok

Senin, 5 Juli 2021 | 21:47 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa perbaikan ekonomi global diperkirakan akan terus berlanjut dengan proyeksi 2021 5,7%  dan tahun depan 4,2%.  Perbaikan ini didukung oleh kemajuan vaksinasi yang akan dimotori oleh perbaikan ekonomi AS dan Tiongkok.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bahwa ekonomi AS tahun ini diperkirakan mencapai 6,4% dan tahun depan mencapai 3,4%. Sementara ekonomi Tiongkok tahun ini diperkirakan tumbuh 8,4% dan tahun 2022 turun menjadi 5,3%.

“(Perbaikan ekonomi global) didukung oleh AS dan Tiongkok, dengan kecepatan vaksinasi, besarnya stimulus fiskal dan moneter,” tutur Perry dalam Silaturahmi ISEI, Senin (5/7).

Di sisi lain, ia mengatakan bahwa saat ini mobilitas masyarakat AS dan Tiongkok juga sudah pulih sejalan dengan kekebalan kelompok yang sudah terbentuk seiring percepatan vaksinasi, sehingga kembali menggeliatkan aktivitas perekonomian.

Meski begitu, Perry tak menampik bahwa terjadi percepatan vaksinasi yang tidak merata antar negara yang menyebabkan laju pemulihan ekonomi di setiap negara pun berbeda.

“Sementara negara negara lain harus berjuang untuk melakukan vaksinasi tingkat kecepatan pemulihan ekonominya agak lambat,”ujarnya.

Ia menyebut bahwa ketidakpastian di pasar keuangan global sudah menurun sejalan dengan kebijakan moneter The Fed yang tetap akomodatif, meskipun dibayangi oleh kenaikan inflasi AS dan US Treasury yield. Pasalnya kinerja pasar keuangan domestik sempat tertekan akibat pengaruh stimulus fiskal yang digelontorkan AS mencapai US$ 1,9 Triliun, sehingga mendorong persepsi pasar bahwa pemulihan ekonomi AS akan terjadi lebih cepat dari perkiraan, bahkan saat itu yield UST sempat berada pada level tertinggi mencapai 1,7 hingga 1,8%.

Di Tengah ketidakpastian global, BI memastikan akan melakukan bauran kebijakan dan menjaga stabilitas eksternal, diantaranya melalui stabilisasi nilai tukar rupiah melalui triple intervention melalui pasar DNDF, pasar spot dan pembelian SBN di pasar sekunder.

“Stabilisasi nilai tukar rupiah  terus kami lakukan memang dalam kondisi global uncertainty tinggi memang tidak bisa kami hindari dari global spill over. Kuncinya bagaimana dapat menjaga stabilitas eksternal. Itu yang BI lakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar rupiah termasuk menjaga dan memantau perkembangan kenaikan yield SBN. Insyaallah we can manage external stability sebab cadangan devisa kita relatif cukup besar US$ 136,4 miliar,”ungkapnya.

Perry optimistis perbaikan kinerja ekonomi terus menunjukkan pemulihan yang tercermin dari berbagai indikator dini, seperti indikator konsumsi rumah tangga meningkat sesuai pola musiman Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), penjualan eceran, terutama makanan, minuman dan tembakau, serta bahan bakar kendaraan bermotor.

Perbaikan ekonomi domestik juga tercermin pada kinerja indikator lainnya, yaitu ekspektasi konsumen, penjualan online, dan PMI Manufaktur yang melanjutkan peningkatan. Dari sisi eksternal, kinerja ekspor terus meningkat, khususnya pada komoditas batu bara, besi dan baja, serta kendaraan bermotor sejalan kenaikan permintaan mitra dagang utama.

“Kami perkirakan kuartal II positif tapi positifnya seberapa memang harus kami lihat, semula BI perkirakan 7%, kami harus lihat 2 minggu terakhir dampak (lonjakan Covid-19) seperti apa,” paparnya.

Dengan demikian, BI optimistis kinerja ekonomi akan semakin membaik hingga akhir tahun dengan proyeksi ekonomi tumbuh di kisaran 4,1 hingga 5,1%. Sementara pertumbuhan kredit masih akan sesuai target BI di kisaran 5-7 % dan tahun depan 7 hingga 9%.

“Bagaimana prospek secara keseluruhan  pertumbuhan ekonomi diperkirakan sebesar 4,1-5,1%. Tahun depan pertumbuhan ekonomi kisaran 5-5,5%. Bahkan tahun depan insyaallah herd immunity tercapai mobilitas semakin baik jadi seluruh komponen sumber pertumbuhan ekonomi  akan meningkat tak hanya sisi ekspor dan sisi konsumsi,”tuturnya.

Sementara itu, laju inflasi Juni tercatat 0,16 %  secara bulanan month to month (mtm). Sehingga secara tahunan BPS mencatat inflasi inti pada Juni 2021 mencapai 1,33  % yoy dan inflasi secara tahun kalender 0,74 % ytd.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com