Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam acara Investor Daily Summit sesi diskusi Mendorong Industri Otomotif Ramah Lingkungan

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam acara Investor Daily Summit sesi diskusi Mendorong Industri Otomotif Ramah Lingkungan", Rabu, 14 Juni 2021.

Menperin: Relaksasi PPnBM Otomotif Berikan Multiplier Effect Luas

Rabu, 14 Juli 2021 | 11:39 WIB
Leonard AL Cahyoputra (leonard.cahyoputra@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, kebijakan relaksasi Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan roda hingga 100% memberikan dampak menyeluruh (multiplier effect) ke seluruh industri nasional.

Sejak diberlakukan pada bulan April 2021, penjualan kendaraan yang masuk dalam kategori penerima insentif pembebasan PPnBM tersebut melonjak hingga 167 ribu unit per Juni lalu.

“Berdasarkan hasil evaluasi kami, secara perlahan kebijakan relaksasi PPnBM telah berhasil meningkatkan penjualan kendaraan bermotor yang ditetapkan untuk mendapatkan relaksasi. Total penjualan sampai Juni sudah mencapai 167 ribu unit. Ini berdampak positif bagi pemulihan sektor otomotif, dan punya multiplier effect sangat luas bagi industri lainnya, yang pada akhirnya berdampak pada perekonomian Indonesia,” kata Menperin dalam Investor Daily Summit (IDS) 2021 di Jakarta, Rabu (14/7).

Menperin menambahkan, menyadari besarnya manfaat relaksasi PPnBM tersebut pada pemulihan sektor otomotif nasional, pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian insentif pembebasan pajak barang mewah tersehing hingga Desember 2021. Diharapkan, langkah ini bisa turut mendongkrak penjualan kendaraan produksi di dalam negeri.

Sepanjang Januari-Mei 2021, menurut Menperin, penjualan mobil di Indonesia telah mencapai 320 ribu unit dengan produksi 423 ribu unit. Ekspor kendaraan dan komponen pada Januari-April 2021 sudah menyentuh hampir Rp 3 triliun, dengan pasar tujuan ekspor mencapai lebih dari 80 negara.

Agus menerangkan, hingga saat ini sektor industri masih menjadi kontributor terbesar dalam PDB Nasional tahun 2020 yaitu sebesar 17,89%, meningkat apabila dibandingkan tahun 2019 yang sebesar 17,58%. Disamping itu, kinerja ekspor – impor sektor industri tahun 2020 mengalami surplus sebesar US$ 14,17 miliar, dan realisasi investasi sektor industri pada periode yang sama sebesar Rp 272,9 triliun.

Umtuk industri kendaraan bermotor roda 4 atau lebih, saat ini tercatat ada 21 perusahaan dengan nilai investasi sebesar Rp 71,35 triliun untuk kapasitas produksi sebesar 2,35 juta unit per tahun, dan menyerap tenaga kerja langsung sebesar 38 ribu orang, serta lebih dari 1,5 juta orang yang bekerja di sepanjang rantai nilai industri tersebut.

Berdasarkan data dari IHS Markit Indonesia, Nilai Purchasing Managers Index (PMI) mengalami peningkatan selama 3 bulan terakhir dari posisi 53,2 di bulan Maret menjadi posisi 55,3 di bulan Mei 2021 yang merupakan rekor tertinggi selama kurun waktu satu tahun ke belakang.

“Meskipun terjadi sedikit penurunan nilai PMI pada bulan Juni menjadi 53,5 namun kondisi bisnis kini telah menguat pada setiap bulan selama delapan bulan terakhir, berdasarkan trend tersebut dapat disimpulkan bahwa nilai PMI menggambarkan optimisme pertumbuhan sektor manufaktur,” ucap Menperin.

 

 

 

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN