Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ekonom dan Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira. Foto: IST

Ekonom dan Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira. Foto: IST

Pemerintah Perlu Terobosan untuk Kerjar Target Investasi

Senin, 26 Jul 2021 | 14:46 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

AKARTA, Investor.id – Ekonom mengimbau pemerintah perlu memiliki terobosan baru untuk mengejar target investasi sebesar Rp 900 triliun di tengah pemberlakuan PPKM level 4 dan lonjakan kasus Covid-19. Meskipun, jika melihat data makro, proyeksi pertumbuhan investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto pada kuartal II-2021 akan tumbuh positif di kisaran 2-3% year on year (yoy).

“Didukung oleh faktor indikator pemulihan ekonomi pada periode April sampai Juni berpengaruh pada keputusan investasi. Misalnya, PMI manufaktur yang berada di 53,5 per Juni, kemudian IKK yang mengukur seberapa optimistis konsumen juga berada di 107,4,” kata Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira, Senin (26/7).

Dengan geliat di sektor manufaktur di kuartal II, menurut Bima, investor cenderung untuk menambah suntikan modal. Ini juga termasuk booming digital dengan perubahan pola konsumsi masyarakat selama pandemi mampu mendorong investasi di jasa informasi komunikasi.

“Aura positif investasi dirasakan pada kuartal II, sampai akhirnya terganggu oleh lonjakan kasus harian Covid dan pembatasan (PPKM) yang ketat,” tuturnya.

Advertisement

Meski begitu, Bhima menegaskan bahwa kinerja ekonomi di kuartal II hingga kuartal IV-2021, khususnya prospek investasi, masih diliputi ketidakpastian. Namun situasi ini dinilainya tidak hanya terjadi di Indonesia melainkan terjadi di berbagai negara, yakni terjadi akibat lonjakan kasus Covid-19 yang akhirnya membuat pemerintah melakukan pembatasan mobilitas.

“Ini bukan sekadar situasi di Indonesia saja. Tapi negara hub seperti Singapura juga kembali lockdown dan ini mempengaruhi pandangan investor terhadap pemulihan ekonomi secara global,” tuturnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM, Yuliot Tanjung masih enggan untuk menjelaskan seberapa besar dampak PPKM level 4 dan lonjakan kasus Covid-19 terhadap realisasi investasi di kuartal III dan terkait proyeksi realisasi investasi di kuartal II. Hal itu harus menunggu data realisasi yang akan disampaikan Rabu pekan ini.

“Rabu besok Bapak Menteri Investasi (Bahlil Lahadalia) akan menyampaikan realisasi investasi dan kendala-kendala untuk kuartal II,” tuturnya saat dihubungi.

Sebagai informasi Kementerian Investasi atau BKPM mencatat total realisasi investasi selama kuartal I-2021 sebesar Rp 219,7 triliun. Realisasi ini naik 4,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy) dan naik 2,3% dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter to quarter/qtq). Capaian ini berkontribusi sebesar 25,5% terhadap target nasional Rp 900 triliun.

Editor : Totok Subagyo (totok_hs@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com