Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi perkebunan sawit. ( Foto: Istimewa )

Ilustrasi perkebunan sawit. ( Foto: Istimewa )

RGE- Apical Fokus Perkuat Keberlanjutan Industri Sawit

Jumat, 6 Agustus 2021 | 10:22 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Industri kelapa sawit telah menjadi salah satu motor penggerak perekonomian nasional. Baik di hulu maupun hilir, industri ini mampu menunjukkan kinerja solid, termasuk di masa pandemi Covid-19.

Menurut Direktur Bisnis dan Sustainability Sawit RGE Indonesia, Bernard A. Riedo, komitmen keberlanjutan dalam operasional industri sawit merupakan sebuah keharusan. “Karena itu, aspek keberlanjutan menjadi inti transformasi positif dalam rantai pasok industri sawit RGE Indonesia,” ujar dia saat diskusi “Industri Hilir Sawit Nasional dan Tantangan Keberlanjutan” daring pada Rabu (4/8), dalam siaran pers, Kamis (5/8).

Bernard menambahkan, tantangan dalam bisnis sawit saat ini adalah harus bisa menjawab isu tentang keberlanjutan, tidak saja untuk memenuhi tuntutan pasar global, tapi juga menjalankan komitmen perusahaan. “Kami memegang prinsip 5C, yakni Climate, Country, Community, Customer, dan Company,” katanya.

Sementara itu, Direktur Sustainability Apical Group, Bremen Young menambahkan bahwa daya saing sawit yang jauh lebih tinggi dibanding minyak nabati lain membuat tuntutan terhadap aspek keberlanjutan juga begitu tinggi, baik dari pasar global, pemerintahan, maupun pemerhati lingkungan.

Dilatari hal itu maka Apical Group menerapkan metodologi pendekatan keberlanjutan untuk memastikan transparansi dan keterlacakan (traceability) sumber pasokan minyak sawit. “Kami ingin memastikan pasokan berasal dari perkebunan yang menjalankan prinsip keberlanjutan, diantaranya melalui perlindungan area konservasi, perlindungan lahan gambut, serta memberikan dampak positif pada masyarakat di sekitar wilayah operasi,” tutur Bremen.

Bremen menyebut, pelaksanaan komitmen tersebut membuat produk Apical bisa diterima di pasar internasional dan memasok ke Eropa, Amerika, Asia, Australia, hingga Afrika. Inovasi untuk memastikan keberlanjutan juga terus dijalankan perusahaan. “Diantaranya melalui pemanfaatan teknologi satelit untuk monitoring dan platform untuk verifikasi sumber pasokan ,” tambahnya.

Menurut ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Fadhil Hasan, ketika ekonomi Indonesia tertekan akibat pandemi, industri sawit menjadi penopang ekonomi melalui kontribusi ekspor. “Di sektor hilir, sawit juga menggerakkan industri makanan, oleochemical, hingga biofuel untuk sektor transportasi,” katanya.

Kontribusi maupun potensi besar pengembangan industri sawit di Indonesia juga diikuti dengan tantangan besar. Fadhil mengungkapkan, isu keberlanjutan atau sustainability menjadi tantangan utama industri sawit saat ini.

“Dalam dekade terakhir, industri sawit di Indonesia telah mengalami transformasi signifikan. Dengan komitmen keberlanjutan, industri sawit akan terus berkembang,” ujar dia.

Sebagai informasi, melalui Asian Agri di sektor hulu dan Apical di sektor hilir, RGE Indonesia merupakan salah satu grup produsen dan eksporter terbesar kelapa sawit di Indonesia. Pasar ekspornya menjangkau lebih dari 30 negara di lima benua. Komitmen dan praktik keberlanjutan membuat RGE Group dipercaya menjadi pemasok bahan baku oleh raksasa global seperti Unilever, Nestle, P&G, Kao, dan puluhan lainnya.

Sedangkan Apical Group merupakan salah satu eksporter produk olahan sawit terbesar di Indonesia. Fasilitas pengolahan sawit dan biodesel Apical Group tersebar di Indonesia, Tiongkok, hingga Spanyol. Untuk pasar domestik, Apical masuk ke segmen minyak goreng curah serta pasar ritel, diantaranya merek Camar dan Harumas, serta Vitas Margarine. Baru-baru ini, produk minyak goreng Apical juga merambah pasar India melalui joint venture dengan ANA.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN