Menu
Sign in
@ Contact
Search
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yowono.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yowono.

PDB KUARTAL II-2021 TUMBUH 7,07%, SELURUH SEKTOR POSITIF

Indonesia Keluar dari Resesi

Jumat, 6 Agustus 2021 | 13:17 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com) ,Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id) ,Leonard AL Cahyoputra (leonard.cahyoputra@beritasatumedia.com) ,Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Indonesia keluar dari resesi. Setelah terkontraksi selama empat kuartal berturut-turut, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal II-2021 mampu tumbuh 7,07% (year on year/yoy). Seluruh sektor menggeliat, tercermin pada PDB berdasar lapangan usaha yang seluruhnya tumbuh positif.

Demikian pula PDB kuartal II-2021 berdasarkan pengeluaran, pertumbuhannya sangat impresif. Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,93% (yoy), konsumsi pemerintah melonjak 8,06%, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi meningkat 7,54%, ekspor melejit 31,78%, impor melonjak 31,22%, serta Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) tumbuh 4,12%. Konsumsi rumah tangga dan investasi menjadi pilar utama dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 84,93%.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengumumkan, dengan perbaikan signifikan berbagai indikator ekonomi selama kuartal II-2021, perekonomian Indonesia berdasarkan besaran PDB atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp 4.175,8 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan (ADHK) tercatat Rp 2.772,8 triliun.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono

“Dengan demikian, perekonomian Indonesia kuartal II-2021 tumbuh 7,07% (yoy) dan meningkat 3,31% dibanding kuartal I-2021 (q-to-q),” ujar Margo dalam telekonferensipers, Kamis (5/8/2021).

Menurut Margo, berdasarkan lapangan usaha, lima sektor mengontribusi 64,85% PDB. Kelimanya adalah sektor industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan. Secara keseluruhan, yakni sebanyak 17 lapangan usaha, tumbuh positif.

Lima lapangan usaha dengan pertumbuhan terbesar adalah transportasi dan pergudangan yang mencapai 25,1%, akomodasi dan makanan-minuman tumbuh 21,58%, jasa lainnya 11,97%, jasa kesehatan 11,62%, serta jasa perusahaan tumbuh 9,94%. “Sedangkan yang mengalami pertumbuhan paling kecil adalah sektor pertanian, hanya 0,38%,” kata dia. 

Laju pertumbuhan PDB Indonesia berdasarkan lapangan suaha Triwulan II-2021
Laju pertumbuhan PDB Indonesia berdasarkan lapangan usaha Triwulan II-2021

Industri pengolahan menjadi kontributor tertinggi pertumbuhan PDB, sebesar 1,35%, disusul perdagangan dengan kontribusi 1,21%, transportasi dan pergudangan 0,77%, akomodasi dan makanan-minuman 0,54%, serta sektor pertanian 0,06%.

Untuk PDB berdasarkan pengeluaran, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,93% (yoy), konsumsi pemerintah melonjak 8,06%, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi meningkat 7,54%, ekspor melejit 31,78%, impor melonjak 31,22%, serta Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) tumbuh 4,12%.

Konsumsi rumah tangga memberikan andil terbesar terhadap pertumbuhan PDB kuartal II, sebesar 3,17%, PMTB menyumbang 2,3%, konsumsi pemerintah 0,61%, dan net ekspor andil 0,98%. Margo menyebut, pada kuartal II-2021 nilai ekspor komoditas barang Indonesia meningkat impresif sebesar 55,89%.

Adapun nilai impor naik signifikan sebesar 50,21%, teritama bahan baku/penolong dan barang modal. Konsumsi pemerintah yang tinggi pada kuartal II dipicu pertumbuhan belanja barang sebesar 82,1% (yoy), belanja pegawai naik 19,79%, dan belanja modal melonjak 45,56%.

Margo Yuwono mengatakan, pertumbuhan 7,07% tersebut tidak terlepas dari keberhasilan penanganan pandemi Covid-19 sehingga mobilitas masyarakat membaik.

“Kalau lihat tren, pertumbuhan PDB kuartal III selalu lebih baik dari kuartal II, tetapi ini sangat bergantung pada penanganan Covid-19,” ucap Margo.

Laju pertumbuhan PDB berdasarkan Pulau Triwulan II-2021
Laju pertumbuhan PDB berdasarkan Pulau Triwulan II-2021

Pertumbuhan ekonomi nasional yang cukup tinggi juga ditopang melonjaknya pertumbuhan ekonomi mitra dagang utama Indonesia. Di antaranya Amerika Serikat yang pada kuartal II-2021 mampu tumbuh 12,2%, Tiongkok (7,9%), dan Singapura (14,3%). 

Selain itu, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) mencapai 104,42 pada kuartal II, yang menunjukkan bahwa konsumen meyakini kondisi ekonomi membaik. Penjualan eceran tumbuh sebesar 11,62% pada kuartal II.

Kemudian penjualan wholesale mobil penumpang dan sepeda motor masingmasing tumbuh sebesar 904,32% dan 268,64%.

Secara spasial, Pula Jawa masih mendominasi dengan peran 57,92% terhadap PDB, dengan pertumbuhan 7,88%. Sumatra menyumbang 21,73% PDB dengan pertumbuhan 5,27%. Pertumbuhan tertinggi terjadi di Maluku-Papua sebesar 8,75%, disusul Sulawesi yang tumbuh 8,51%.

Intervensi Pemerintah

Menko Perekonomian dan Kepala PCPEN Airlangga Hartarto. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu
Menko Perekonomian dan Kepala PCPEN Airlangga Hartarto. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Dalam jumpa pers bersama sejumlah menteri, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi kuartal II-2021 sebesar 7,07% merupakan yang tertinggi sejak krisis global yang dipicu oleh kasus subprime mortgage di Amerika Serikat (AS) pada 2008. Kinerja tersebut juga lebih tinggi dibanding sejumlah negara, seperti India yang hanya tumbuh 1,6%, Vietnam 6,6%, Korea Selatan 5,69%, dan Jepang justru kontraksi 1,6%.

Hal itu juga membuktikan komitmen pemerintah dalam penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional. Investasi juga tumbuh tinggi karena banyak perusahaan meningkatkan kapasitas produksinya.

Sedangkan tingginya pertumbuhan konsumsi rumah tangga sejalan dengan meningkatnya optimisme masyarakat terhadap pemulihan.

Airlangga menyatakan, indikator utama (leading indicator) perekonomian domestik terus menunjukkan perbaikan.

Sedangkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, struktur ekonomi Indonesia kuartal II-2021 menunjukkan bahwa mesin pertumbuhan ekonomi mulai pulih kembali dengan arah dan strategi pemulihan sudah benar. Mesin pertumbuhan juga sudah merata dan seluruh sektor menggeliat.

Momentum perbaikan ekonomi semakin terakselerasi capaian kinerja positif berbagai sumber pertumbuhan PDB, kata Menkeu, justru berbanding terbalik dengan triwulan-triwulan sebelumnya karena penggerak perekonomian hanya dari konsumsi pemerintah sehingga belum mampu menghasilkan angka positif seperti di kuartal II-2021.

Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam webinar yang digelar CSIS Indonesia bertajuk CSIS dan Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia 2045, Rabu, 4 Agustus 2021.
Menteri Keuangan Sri Mulyani 

“Ini semua menggambarkan seluruh sektor bergeliat dan berfungsi. Sebagian adalah karena policy dari pemerintah yang terus melakukan intervensi dari sisi demand dan supply,” ujarnya.

Menkeu menekankan, di saat menghadapi tekanan yang luar biasa berat akibat pandemi Covid-19, pemerintah menggunakan seluruh instrumen fiskal, termasuk bantuan sosial untuk dapat meminimalkan dampak tekanan ekonomi kepada masyarakat menengah bawah. Relaksasi PPnBM di sektor otomotif terbukti memberi dampak luar biasa.

“Kita berharap pemulihan konsumsi kelompok menengah atas mulai meningkat dan akan memperkuat pemulihan ekonomi nasional,” tegasnya.

Prediksi Kuartal III

Laju pertumbuhan PDB Indonesia 2019-2020
Laju pertumbuhan PDB Indonesia 2019-2020

Menkeu mengakui merebaknya Covid varian delta mengancam pertumbuhan kuartal III. Kendati begitu, instrumen APBN akan terus melindungi masyarakat dan menjaga momentum pemulihan ini sehingga triwulan III-2021 diharapkan mampu tumbuh 4-5,7%.

Untuk mendorong kinerja ekonomi tahun ini, kata Menkeu, pemerintah akan terus mendukung sisi permintaan dan sisi suplai dengan mengoptimalkan anggaran Penanganan Covid dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN).

Realisasi penggunaan dana PC-PEN hingga 30 Juli mencapai Rp 305,5 triliun atau 41,02% dari pagu Rp 744,75 triliun. Pemerintah akan mengoptimalkan sisa belanja PEN sebesar Rp 439,25 triliun hingga akhir tahun. Sri Mulyani minta pemerintah daerah menggenjot belanja modal dan belanja barang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kuartal III dan IV. Menkeu menyayangkan belanja pemerintah daerah yang masih kontraksi 6,8% pada semester I.

Dia meminta agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya disangga oleh satu mesin saja, yakni APBN. Perlu dorongan dari mesin pertumbuhan lain, yakni konsumsi, investasi dan ekspor.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartalan
Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartalan

Untuk mendorong pertumbuhan kuartal III dan IV, lanjut Menkeu, pemerintah tetap memberikan berbagai insentif dunia usaha, seperti subsidi listrik dan insentif perpajakan yang diperpanjang sampai akhir tahun.

“Kita akan teruskan optimalkan sampai Desember sehingga dunia usaha tetap mepunyai ruang bernapas,” kata Menkeu.

Kemudian, pemerintah juga memberikan jaminan modal kerja sehingga bisa mendorong kredit perbankan dan penyehatan sektor-sektor korporasi. Pemerintah pun tetap akan melakukan penempatan dana pada perbankan untuk mendorong penyaluran kredit.

Menko Airlangga juga mengakui pertumbuhan ekonomi kuartal III- 2021 akan tertekan akibat melonjaknya kasus positif Covid-19 dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) terutama pada Juli. Dia berharap kebijakan pengetatan ini dapat menurunkan kasus aktif Covid-19 di bawah 500 ribu, yakni sekitar 200.000. Pemerintah sudah menyiapkan 73 juta dosis untuk vaksinasi Agustus.

Airlangga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal IV dapat mencapai 3,7%-4,5% di akhir tahun. Selain terus mendorong serapan belanja negara, pemerintah akan meningkatkan realisasi investasi dan mewujudkan target investasi tahun ini Rp 900 triliun.

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi memberi sambutan di acara diskusi online Bangga dengan Belanja Barang Buatan Indonesia, Senin, 31 Mei 2021.
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi 

Di tempat yang sama, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menjelaskan, ekspor yang tumbuh tinggi 31,78% pada kuartal II akan berlanjut pada kuartal III-2021, seiring dengan membaiknya pertumbuhan ekspor ke negara mitra dagang utama.

Mendag Lutfi mengatakan, 10 besar destinasi ekspor utama Indonesia berkontribusi 71,65% terhadap total ekspor nonmigas.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono mengatakan, nilai PDB riil pada kuartal II-2021 telah melampaui nilai PDB riil pada kuartal IV-2019, sebelum terjadinya pandemi Covid-19.

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono.
Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono.

Perbaikan ekonomi ini ditopang oleh kinerja positif seluruh komponen permintaan dan lapangan usaha (LU).

“Ke depan, untuk mendorong perbaikan ekonomi, Bank Indonesia terus meningkatkan koordinasi kebijakan dengan pemerintah dan instansi terkait, termasuk melalui koordinasi kebijakan moneter–fiskal, kebijakan peningkatan ekspor, serta inklusi ekonomi dan keuangan, di tengah berlanjutnya akselerasi pelaksanaan vaksin dan penerapan protokol kesehatan,” ucap Erwin.

Dorong Kredit

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. Foto: IST
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. Foto: IST

Secara terpisah, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyatakan, capaian PDB kuartal II-2021 sebesar 7,07% merupakan sinyal positif perbaikan ekonomi. Pengumuman BPS itu disambut baik oleh pasar, yang tercermin pada kenaikan IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) ke level 6.205,42 pada penutupan 5 Agustus 2021.

Menurut Wimboh, kebijakan stimulus di sektor properti dan kendaraan bermotor yang mempunyai multiplier effect tinggi telah berhasil mendorong konsumsi rumah tangga. Penjualan mobil naik 758,68% (yoy) dan sepeda motor sebesar 268,64% (yoy). Pertumbuhan ekonomi tersebut juga didukung pertumbuhan kredit yang hingga Juni 2021 mencapai Rp 5.581 Triliun atau tumbuh sebesar Rp 100,23 Triliun (1,83% ytd).

Di sisi lain, peningkatan pembiayaan melalui pasar modal juga mencapai sebesar Rp 116,6 Triliun hingga 27 Juli 2021 atau naik sebesar 211% (ytd). Wimboh menambahkan, untuk memperluas ruang pertumbuhan ekonomi baru perlu didorong sektor yang menyerap banyak tenaga kerja dan berorientasi ekspor, serta ramah lingkungan.

“OJK akan terus memonitor dan meningkatkan peran sektor jasa keuangan dalam pembiayaan dunia usaha melalui konsumsi domestik, pertumbuhan ekonomi daerah, dan sektor ekonomi baru,” kata Wimboh.

Direktur Utama BRI Sunarso. Foto: IST
Direktur Utama BRI Sunarso. Foto: IST

Ketua Himbara Sunarso yang juga Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mengatakan, Himbara bersyukur Indonesia terlepas dari resesi ekonomi akibat pandemi yang terjadi.

Dia mengungkapkan, selama ini Himbara telah menjadi mitra utama pemerintah dalam implementasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Hingga Mei 2021 total penyaluran stimulus untuk PEN tercatat sebesar Rp 370,55 triliun (di luar restrukturisasi) kepada 51,77 juta penerima. Sedangkan realisasi restrukturisasi kredit Himbara sebanyak 3,43 Juta nasabah dengan total baki debet sebesar Rp 411,14 triliun.

Perbaikan kondisi ekonomi itu, lanjut dia, ditopang pertumbuhan kredit perbankan yang menunjukkan tren perbaikan. Bahkan, untuk pertama kalinya pertumbuhan kredit positif sekitar 0,6% secara year on year (yoy) pada Juni 2021 yang sebelumnya selalu negatif selama 8 bulan berturut-turut sejak Oktober 2020.

“Pertumbuhan ekonomi ini sangat memberikan harapan ke depannya. Ini menunjukkan pemulihan yang nyata baik dari sisi permintaan maupun produksi dan diharapkan menjadi titik balik pemulihan dan percepatan ekonomi ke depan. Momentum pemulihan ekonomi ini harus dijaga,” ujar Sunarso.

Menurut dia, ada beberapa faktor yang selama ini dijalankan pemerintah dan semua pemangku kepentingan untuk menjaga keberlanjutan pemulihan ekonomi tersebut.

“Apresiasi kepada tim ekonomi pemerintah yang telah membuat berbagai kebijakan dan inisiatif sebagai percepatan pemulihan ekonomi nasional,” imbuhnya.

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar saat media visit BNI visit via zoom pada Rabu (21/7/2021). Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR
Direktur Utama BNI Royke Tumilaar  Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) Royke Tumilaar mengatakan, selaku anggota Himbara pihaknya pun siap menjaga pertumbuhan dan pemulihan ekonomi nasional sesuai dengan program dan stimulus dari pemerintah.

Dengan capaian pertumbuhan ekonomi seperti yang telah dirilis BPS, Royke pun semakin optimistis penyaluran dan penyerapan kredit untuk mendukung pemulihan ekonomi di masyarakat pada paruh kedua tahun ini akan semakin baik.

“Hal itu diharapkan akan mendorong pertumbuhan konsumsi rumah tangga serta daya beli masyarakat,” kata Royke.

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi
Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi

Terkait pertumbuhan ekonomi, Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Darmawan Junaidi mengatakan, penting sekali memprioritaskan penyaluran kredit untuk sektor-sektor usaha yang memiliki peran besar mengatrol pertumbuhan ekonomi tersebut.

Di samping itu, kondisi perbankan di Indonesia cukup kuat dan stabil, terlihat dari capital adequacy ratio (CAR) perbankan pada bulan Mei 2021 mencapai 24,3% serta likuiditas perbankan yang juga tetap terjaga ample di level 82,77% per Mei 2021. Darmawan menambahkan, ruang pertumbuhan kredit di sepanjang tahun 2021 masih cukup terbuka, ditopang oleh potensi peningkatan dari sektor-sektor yang masih mencatat perbaikan seperti telekomunikasi, pertanian, perkebunan, dan jasa kesehatan.

Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo
Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo

Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Haru Koesmahargyo mengaku siap mengawal pemulihan ekonomi nasional di sektor perumahan. Pasalnya, selama ini sektor perumahan menjadi salah satu lokomotif dalam turut serta memulihkan ekonomi nasional akibat dampak pandemi Covid-19.

“BTN konsisten untuk tetap fokus pada pembiayaan perumahan khususnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah,” kata Haru. (hg)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com