Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Komisaris Utama PG T. Nugroho Purwanto, Dirut PG, Dwi Satriyo Annurot, Menteri BUMN, Erick Thohir dan Dirut Pupuk Indoneia Bakir Pasaman saat meninjau Unit Produksi Oksigen ASP Petrokimia Gresik, Minggu (15/8/2021). Foto: Istimewa

Komisaris Utama PG T. Nugroho Purwanto, Dirut PG, Dwi Satriyo Annurot, Menteri BUMN, Erick Thohir dan Dirut Pupuk Indoneia Bakir Pasaman saat meninjau Unit Produksi Oksigen ASP Petrokimia Gresik, Minggu (15/8/2021). Foto: Istimewa

Bantu Penanganan Covid-19, Petrokimia Gresik Aktifkan Kembali Pabrik Oksigen

Minggu, 15 Agustus 2021 | 20:31 WIB
Amrozi Amenan (ros_amrozi@yahoo.com)

GRESIK, investor.id - Petrokimia Gresik, perusahaan solusi agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia mengaktifkan kembali unit produksi oksigen Air Separation Plant (ASP) guna membantu pemerintah menjamin ketersediaan oksigen medis untuk penanggulangan Covid-19.

Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan bahwa reaktivasi unit ASP ini merupakan wujud Corporate Social Responsibility (CSR) Petrokimia Gresik untuk memenuhi kebutuhan oksigen medis yang saat ini menjadi prioritas

“Ke depan, setelah kondisi supply oksigen sudah stabil, tentunya ini akan disinergikan dengan holding Rumah Sakit BUMN Indonesia Healthcare Corporation (IHC) untuk memenuhi kebutuhan oksigen di berbagai rumah sakit,” kata Erick saat meresmikan Unit ASP Petrokimia Gresik di Gresik, Minggu (15/8/2021).

Sementara Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menyatakan bahwa Unit ASP Petrokimia Gresik memiliki kapasitas produksi 23 ton oksigen liquid per hari dengan tingkat puritas oksigen mencapai 99,61%, kapasitas tangki penampung 150 ton, serta dilengkapi fasilitas pengisian tabung oksigen dan pengisian truk isotank.

“Kami menyadari reaktivasi unit produksi oksigen ASP ini menjadi titik kritikal dalam mendukung penanganan Covid-19 di Indonesia. Berkat usaha optimal dan dukungan dari seluruh pihak, hanya dalam waktu satu bulan kami dapat mengaktifkan kembali unit produksi oksigen yang sudah berhenti beroperasi selama 11 tahun ini,” ujar Dwi Satriyo.

Sedangkan Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman berharap, unit produksi oksigen ini bisa mendatangkan manfaat bukan hanya bagi perusahaan tapi juga masyarakat. Khususnya sebagai bagian dari upaya membantu pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN