Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Direktur PT. Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Presiden Direktur PT. Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

AP II: Pandemi Jangan Sampai Luluhlantakkan Sistem Transportasi Udara

Rabu, 18 Agustus 2021 | 15:48 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Direktur Utama PT Angkasa Pura/AP II (Persero) Muhammad Awaluddin mengingatkan seluruh stakeholder penerbangan agar pandemi Covid-19 tidak sampai meluluhlantakkan sistem transportasi udara nasional yang sudah berjalan sangat baik.

"Saya ingin mengatakan sistem transportasi udara nasional yang sudah dibangun 3-5 tahun terakhir ini sudah sangat baik. Jangan hanya karena pandemi Covid-19, kemudian meluluhlantakkan semua yang sudah memiliki tatanan yang baku dan yang sudah memiliki tatanan yang baik itu," kata Muhammad Awaluddin dalam Indonesia Smart Airport Forum 2021 yang disaksikan secara daring pada Rabu (18/8).

Dia menjelaskan, sistem transportasi udara nasional mempunyai tiga keunggulan. Pertama, sistem transportasi udara di Indonesia memiliki fleksibilitas yang baik terkait pergerakan pesawat. Dia mencontohkan saat musim puncak angkutan udara sebelum pandemi. Kala itu, kebutuhan atas permintaan bisa direspon dengan sangat cepat lewat ketersediaan extra flight atau penerbangan tambahan. Tentu dalam penyediaan penerbangan tambahan ini didukung dengan sistem yang kuat antara maskapai, operator bandara, dan Airnav Indonesia.

"Jadi kalau dibutuhkan pergerakan tambahan 10, 20, atau 100 extra flights, sistem yang ada di ekosistem  tadi, yakni maskapai, bandara, Airnav bisa langsung cepat set up itu. Ini yang menurut kami bahwa sistem transportasi udara yang sudah baik dan harus kita jaga serta pelihara," terang Awaluddin.

Kedua, lanjut, keunggulan sistem transportasi udara di Indonesia adalah terkait kapasitas. Dia mengungkapkan, kala masa puncak transportasi udara nasional pada tahun 2018, tercatat 113 juta pergerakan penumpang dan hampir 1 juta ton pergerakan kargo saat itu.

"Itu kapasitas yang besar. Saya bukan ingin memberikan atensi lebih terhadap sistem transportasi udara, tapi memang sistem transportasi udara ini antara fleksiblitas dan kapasitasnya sangat luar biasa," ucap Awaluddin.

Ketiga, keunggulan sistem transportasi udara nasional adalah dalam menghubungkan Indonesia yang berbentuk negara kepulauan.

"Indonesia adalah negara kepulauan. Jadi dibutuhkan keterhubungan antarpulau besar dengan pulau kecil atau pulau kecil ke pulau kecil juga dengan transportasi udara yang memang cepat memberikan solusi itu," papar Awaluddin.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN