Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Jokowi meninjau industri hilir pengolahan porang sekaligus melakukan groundbreaking perluasan pabrik di Madiun, Jatim, Kamis 19 Agustus 2021. (Foto: Setpres)

Presiden Jokowi meninjau industri hilir pengolahan porang sekaligus melakukan groundbreaking perluasan pabrik di Madiun, Jatim, Kamis 19 Agustus 2021. (Foto: Setpres)

Jokowi Minta Menko Perekonomian Tingkatkan Nilai Tambah Pertanian

Rabu, 25 Agustus 2021 | 12:48 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

Jakarta, investor.id-Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto konsisten mengembangkan komoditas ekspor produk pertanian dan menyempurnakan skema penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dengan upaya itu diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah dan pertumbuhan sektor pertanian nasional.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi Tahun 2021 di Istana Negara Jakarta, Rabu (25/8). Hadir pada kesempatan itu, Ketua BPK RI Agung Firman Sampurna, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, seluruh gubernur/wakil gubernur/bupati/wakil bupati/walikota/wakil walikota, dan jajaran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di seluruh Indoensia.

Kepala Negara menuturkan, pada semester I-2021 (Januari-Juni), ekspor sektor pertanian mencapai Rp 282 triliun atau US$ 1,95 miliar. Angka itu naik 14,05 % dibandingkan periode yang sama 2020 yang sebesar Rp 247 triliun atau US$ 1,71 miliar. Jokowi menyebutkan, masih banyak potensi komoditas ekspor produk hortikultura yang dapat dikembangkan dan dapat memberikan nilai tambah bagi para petani, seperti porang, sarang burung walet, dan edamame. "Saya melihat di lapangan, seperti yang tadi saya sampaikan, porang betul-betul saya gerak, ke depan sangat menjanjikan, pasarnya masih sangat besar. Tetapi saya titip agar komoditas porang ini didorong untuk sampai bisa menghasilkan barang jadi, baik berupa kosmetik, berupa beras, atau makanan lainnya,” kata Kepala Negara.

Jokowi menegaskan bahwa sektor pertanian dapat memiliki kontribusi yang semakin besar dalam pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Oleh karena itu, pengembangan di sektor pertanian harus dihadapi dengan serius.  "Kita harus serius menggarap ini, bukan hanya untuk meningkatkan nilai tukar petani dan kesejahteraan petani, tetapi untuk menghasilkan sebuah lompatan, sehingga sektor pertanian memiliki kontribusi yang semakin besar dalam mengerakkan mesin pertumbuhan ekonomi,” ujar Presiden Jokowi.

Selanjutnya, kelembagaan petani dalam model klaster perlu diperkuat dan akses pemasaran melalui kemitraan dengan industri perlu diperluas. "Badan Usaha Milik Petani (BUMP), baik koperasi atau BUMDes juga perlu dikembangkan sehingga nilai tambah dari pascapanen ini terus bisa ditingkatkan,” tutur Presiden.

Dalam hal pembiayaan, Presiden melanjutkan, pemerintah akan terus menyempurnakan skema penyaluran KUR, terutama KUR pertanian yang dianggarkan sebesar Rp 70 triliun pada tahun 2021 dari total KUR keseluruhan sebesar Rp 253 triliun. "KUR juga harus bisa dimanfaatkan untuk peningkatan nilai tambah pascapanen, seperti dalam pengadaan RMU (rice milling unit) sehingga KUR semakin dirasakan manfaatnya bagi petani,” katanya.

Kepala Negara juga menginstruksikan jajarannya untuk memperkuat pendampingan bagi petani dalam pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan produktivitas petani. “Saya minta juga kepada para menteri, kepala lembaga, dan kepala daerah untuk memperkuat pendampingan bagi petani. Manfaatkan teknologi termasuk platform digital untuk mendorong peningkatan produktivitas petani dan memotong panjangnya mata rantai pemasaran UMKM pangan,” kata Presiden Jokowi.

 

 

Editor : Tri Listiyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN