Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua DPR RI Puan Maharani. Sumber: BSTV

Ketua DPR RI Puan Maharani. Sumber: BSTV

KETUA DPR PUAN MAHARANI:

APBN Bertumpu pada Pembiayaan Utang yang Tak Dapat Dihindarkan 

Selasa, 31 Agustus 2021 | 14:29 WIB
Markus Junianto Sihaloho

JAKARTA, investor.id  - Ketua DPR Puan Maharani menyatakan bahwa utang tak bisa terhindarkan oleh negara dalam situasi pandemi Covid-19, yang terus berdampak serta memberikan tekanan pada kehidupan dan aktivitas perekonomian.

Kata Puan, pendapatan Negara mengalami tekanan akibat dampak Pandemi Covid-19 pada aktivitas perekonomian dalam APBN 2020 dan 2021. Belanja negara disebutnya mengalami tambahan kebutuhan anggaran untuk penguatan bidang kesehatan, perlindungan sosial, dan program pemulihan ekonomi nasional.

“Hal tersebut mengakibatkan APBN bertumpu pada pembiayaan melalui utang, yang tidak dapat dihindarkan, dan juga telah memperoleh dukungan dari DPR RI,” kata Puan dalam pidatonya di Rapat Paripurna Peringatan HUT ke-76 DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (31/8/2022).

Dalam kondisi APBN yang demikian, Puan mengatakan DPR bekerja untuk memastikan APBN dipergunakan secara efektif dalam penanganan keselamatan rakyat dari pandemi. Baik secara kesehatan, ekonomi, maupun sosial.

Karenanya, DPR berharap Kementerian/Lembaga membelanjakan anggaran dengan kualitas yang baik. Dan ditandai dengan efektivitasnya dalam meningkatkan kualitas kehidupan rakyat.

 
Dalam pembahasan APBN 2022 yang masih berjalan, lanjutnya, DPR akan memberikan perhatian pada upaya pemerintah dalam menyediakan ruang fiskal untuk mengantisipasi ketidakpastian perkembangan pandemi.

"Sehingga pada tahun 2022, pemerintah tetap dapat fokus untuk menjalankan penanganan pandemi, agenda pembangunan prioritas, serta pelayanan umum, dan tidak melakukan refocusing berkali-kali yang dapat mempengaruhi kinerja dan kualitas program pemerintah untuk rakyat,” terang Puan.

DPR berharap kebijakan fiskal pada tahun 2022 diarahkan untuk memprioritaskan penanganan sektor kesehatan. Sebab kesehatan adalah kunci keberhasilan pemulihan ekonomi.

“Kapasitas APBN sangat ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, khususnya pendapatan negara. Sedangkan pertumbuhan ekonomi terjadi apabila terdapat aktivitas perekonomian masyarakat,” ungkapnya.

Walau demikian, Puan mengatakan DPR akan memastikan Pemerintah dapat menjaga rasio utang dalam batas aman dan sesuai dengan Undang-undang. Lalu meningkatkan efisiensi biaya utang, serta menjaga komposisi portofolio utang yang optimal dalam menjaga stabilitas perekonomian serta kapasitas fiskal APBN untuk masa yang akan datang.

DPR, lanjut Puan, juga mengapresiasi koordinasi dan sinergi antara otoritas fiskal dan moneter dalam mengurangi beban pembiayaan defisit APBN. Pihaknya mendukung upaya bersama Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan dalam mengembangkan mekanisme kerja sama yang baik.

“DPR RI mendukung upaya Bank Indonesia dan Pemerintah serta otoritas jasa keuangan, untuk terus memperkuat sinergi dan koordinasi bauran kebijakan agar dapat mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional, khususnya sektor riil,” kata Puan.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN