Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dirjen Kekayaan Negara Kemenkeu Rionald Silaban

Dirjen Kekayaan Negara Kemenkeu Rionald Silaban

DJKN Mulai Petakan Pemanfaatan Aset untuk Pemindahan IKN

Jumat, 3 September 2021 | 13:51 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengaku telah mulai memetakan pemanfaatan aset negara untuk pemindahan ibu kota negara (IKN) baru di Kalimantan Timur.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Kementerian Keuangan, Rionald Silaban mengatakan pemanfaatan aset atau monetisasi aset bertujuan untuk menyokong pendanaan bagi pembangunan ibu kota negara.

Advertisement

"Pada saat ini masih dilakukan pemetaan mana yang bisa dimonetisasi untuk pembiayaan ibu kota negara yang baru," ujar  Rionald Silaban saat rapat bersama Komisi XI DPR, Kamis (2/9).

Lebih lanjut untuk mencari tambahan anggaran melalui aset yang dimiliki pemerintah dapat dilakukan melalui dua cara. Pertama melalui pemanfaatan kedua, melalui pemindahtanganan.

Kendati begitu, ia mengatakan pemerintah belum menentukan aset mana yang akan digunakan lebih dulu dari dua opsi monetisasi ini.

"Pada akhirnya, itu sangat bergantung pada sequence dari instansi mana yang lebih dulu akan pindah ke ibu kota negara baru, sehingga nanti kita bisa punya rencana dari monetisasi tersebut," jelasnya.

Bahkan DJKN sudah sempat melakukan diskusi dengan para pelaku pasar untuk melihat minat pelaku pasar terhadap aset negara yang akan dimanfaatkan untuk ibu kota negara baru.

“Kita ingin pastikan saat itu, kita lakukan, kita tidak dianggap melakukan pemindahtanganan atau pemanfaatan seolah-olah sita aset, intinya selalu sequence-nya akan kami perhatikan," ujarnya.

Suharso Monoarfa
Suharso Monoarfa

Sebelumnya, Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa  mengkonfirmasi bahwa rencana pemindahan ibu kota masih terus berlangsung. Namun Suharso menegaskan bahwa rencana ini bukan proyek kebut semalam karena membutuhkan perencanaan yang matang.

“Mengenai ibu kota negara ada yang ingin saya luruskan bahwa kita tidak mungkin membangun IKN secara sulapan dalam waktu dua tahun atau empat tahun,” ujarnya

Bahkan pemindahan ibu kota negara (IKN) merupakan rencana besar yang membutuhkan waktu panjang hingga 20 tahun ke depan.

“Dalam masterplan Bappenas yang sudah selesai, (pemindahan IKN) itu diperkirakan (membutuhkan waktu) 15-20 tahun. Jadi sebenarnya perencanaan itu 15-20 tahun,” sambungnya.

Apalagi proses pemindahan IKN juga masih akan tergantung kondisi pandemi kedepan. Selain pemindahan IKN juga memiliki banyak segmentasi. Mulai dari penyelarasan masterplan, penetapan RTR KSN IKN, pemutakhiran desain KIPP termasuk juga penyesuaian tahapan pemindahan ASN, TNI, BIN, Polri hingga pemodelan skala detail.

“Jadi itu yang kita coba selesaikan, RUU nya sudah siap tinggal menunggu pandemi seperti apa, dan kemudian kita ingin lakukan adaptasi kondisi pandemi untuk IKN, saya kira itu yang ingin saya sampaikan,”tegasnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN