Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar saat mengunjungi Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Sukabumi, 14 Januari 2022

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar saat mengunjungi Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Sukabumi, 14 Januari 2022

2.628 BUMDesa dan 40 BUMDesa Bersama Sudah Dapat Nomor Badan Hukum

Jumat, 14 Januari 2022 | 16:50 WIB
Herman

JAKARTA, investor.id   - Tahun 2020-2021 dikenang sebagai tahun Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa), ketika Undang-Undang Cipta Kerja melegalkan BUMDesa sebagai badan hukum. Hingga saat ini, jumlah BUMDesa yang terbentuk 57.266 BUMDesa, meningkat dari tahun 2020 yang berjumlah 51.134 BUMDesa.

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PTT) Abdul Halim Iskandar menyampaikan, revitaliasi BUMDesa akan terus dilakukan. Melalui Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 3/2021, Kemendes PDTT akan selalu melayani pendaftaran bagi BUMDesa untuk menjadi badan hukum.

Selain itu, dilakukan pendataan jenis usaha, omzet, nilai asset serta kondisi obyektif BUMDesa melalui Sistem Informasi Desa (SID) untuk memastikan BUMDesa sehat secara ekonomi.

“Pendaftaran badan hukum publik dilayani Kementerian Desa PDTT, sementara nomor badan hukum dikeluarkan Kemenkumham, tentunya akan kami koordinasikan dengan kementerian terkait. Sampai 12 Januari 2022, sebanyak 2.628 BUMDesa dan 40 BUM Desa Bersama telah sah mendapatkan nomor badan hukum,” kata Abdul Halim Iskandar saat mengunjungi Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Sukabumi, Jumat (14/1/2022).

Menteri yang akrab disapa Gus Halim ini juga terus mendorong berbagai inovasi dan kreasi bagi pengembangan BUMDesa. Saat ini sudah proses finalisasi BUMDesa Ekspo yang dirancang secara online dan offline. Secara online, BUMDesa Ekspo akan dirancang dalam bentuk aplikasi yang menjadi pasar bagi produk jasa dan barang dari BUMDesa. Secara offline akan dibangun pusat produk jasa dan barang produksi BUMDesa.

“Kita juga mendorong adanya skema ekonomi yang memungkinkan penyertaan modal baik dari publik maupun dari desa untuk menuntaskan masalah permodalan dari BUMDesa,” katanya.

Gus Halim juga mengingatkan bahwa BUMDesa dan BUMDesa Bersama adalah lembaga sosial dan komersial yang harus berperan dalam kegiatan ekonomi desa yang bermanfaat. Sehingga orientasinya harus pada usaha yang belum ada dan dibutuhkan masyarakat desa.

“Seperti pesan Bapak Presiden, keberadaan BUMDesa jangan sampai mematikan usaha masyarakat yang sudah ada, dan harus mengkonsolidasikan perekonomian masyarakat. Cita-cita saya BUMDesa power full, siap bekerja sama bisnis dengan lembaga apapun, dapat dengan mudah mengakses permodalan, bertindak sebagai investment maupun operating company, dapat bertindak sebagai pintu perdagangan produk desa dengan dunia internasional. Inilah jalan bagi BUMDesa, menjelma menjadi rakasasa bisnis desa," pungkasnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN