Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkeu Sri Mulyani dalam Konferensi Pers Menuju Presidensi G20 Indonesia tahun 2022, Selasa (14/9).

Menkeu Sri Mulyani dalam Konferensi Pers Menuju Presidensi G20 Indonesia tahun 2022, Selasa (14/9).

Presidensi G20 Bahas 7 Agenda Dorong Pemulihan Ekonomi

Selasa, 14 September 2021 | 22:38 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan dalam Presidensi G20 Indonesia tahun 2022 terdapat tujuh agenda terkait jalur keuangan atau finance track, namun poin besarnya membahas bagaimana berkoordinasi untuk pemulihan ekonomi secara bersama.

“Untuk agenda di Finance track yang akan dibahas, akan ada 7 agenda. Secara cepat akan saya sampaikan yang paling utama dan penting adalah mengenai negara-negara G20 akan membahas bagaimana berkoordinasi untuk memulihkan ekonomi global temanya recover togother and recover stronger itu untuk bisa bersama dan menjadi lebih kuat dibutuhkan koordinasi policy global,"ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers Menuju Presidensi G20 Indonesia tahun 2022, Selasa (14/9).

Selain itu, kata Menkeu yang paling sering dibahas dalam G20 yaitu kapan negara-negara terutama di G20 semuanya melakukan kebijakan extra Ordinary di bidang fiskal dan moneter.

“Akan menetapkan kapan mulai melakukan exit plolicy yaitu mengurangi intervensi kebijakan makro yang luar biasa dan pasti tidak sustainable secara bertahap dan terkoordinasi,” ujarnya.

Sehingga pertumbuhan ekonomi di masing-masing negara dan pertumbuhan ekonomi global bisa sustainable atau terus berlangsung. Akan tetapi ia tak menampik bahwa hal tersebut  bukan hal yang mudah karena setiap negara memiliki kondisi yang berbeda-beda kebijakan fiskal.

"Seperti di Indonesia yang extra Ordinary di mana kita membolehkan adanya defisit di atas 3% tidak berjalan selamanya, dan semua negara juga situasi yang sama di kebijakan fiskal nya,” katanya.

Agenda kedua, semua negara G-20 akan membahas terkait dampak Covid-19 di bidang kesehatan hingga perekonomian. Juga pembahasan mengenai produktivitas dan memulihkan ekonomi kembali.

Agenda ketiga, terkait central bank digital currency. Kemudian agenda keempat terkait sustainable finance. Menkeu menjelaskan, dalam agenda keempat merupakan isu yang juga penting untuk di bahas menyangkut climate change, green finance, termasuk bagaimana stimulus atau dukungan di bidang fiskal untuk menciptakan transformasi ekonomi menuju ekonomi yang hijau dan sustainable.

"Ini juga akan dibahas mengenai bagaimana digital infrastructure regulation dalam rangka untuk meningkatkan leverage  dan mobilisasi private sector investment,"tuturnya.

Selanjutnya yang Kelima, mengenai cross-border payment juga menjadi salah satu isu yang sangat penting dari sisi perkembangan payment system dengan berkembangnya digital teknologi dan digital ekonomi.

Keenam, terkait financial inclusion digital and SME. Menurutnya dari sisi kebijakan keuangan moneter mengenai finanlsial inklusi akan dikoordinasikan bersama-sama dengan pemerintah atau Kementerian keuangan dan Menko Perekonomian khususnya terkait mengenai pengembangan kredit usaha kecil untuk UMKM dan bagaimana digitalisasi dari usaha kecil menengah.

Ketujuh atau terakhir, dalam G20 tahun 2022 akan membahas terkait kemajuan dan pelaksanaan dari persetujuan dan perkembangan Global taxation principle.

Ini adalah topik yang sangat sangat penting bagi Indonesia dan juga relevan dan akan menjadi prioritas pada pembahasan G20 finance track,” ujarnya.

“Akan dibahas berbagai pembahasan mengenai tax insentif, tax and digitalization, praktek Penghindaran pajak atau tax avoidance terutama berkaitan dengan base erosion and profit shifting dan tax transparency, juga tax development serta text certainty. Ini merupakan salah satu menu prioritas yang penting bagi indonesia yang sekarang sedang melakukan reformasi perpajakan,"ujarnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN