Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo meresmikan groundbreaking pabrk baterai pertama di Indonesia, Rabu (15/9/2021). SUmber: BSTV

Presiden Joko Widodo meresmikan groundbreaking pabrk baterai pertama di Indonesia, Rabu (15/9/2021). SUmber: BSTV

Presiden Jokowi Groundbreaking Pabrik Baterai Kendaraan Listrik di Karawang

Rabu, 15 September 2021 | 09:57 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

KARAWANG - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan groundbreaking pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Asia Tenggara milik PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) dan Konsorsium LG asal Korea Selatan (Korsel).

Pabrik yang akan dibangun dengan nilai  investasi sebesar US$ 1,1 miliar berlokasi di Karawang New Industrial City, Kabupaten  Karawang, Jawa Barat.

"Kita patut bersyukur hari ini bisa menyaksikan groundbreaking pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia, dan bahkan yang pertama di Asia Tenggara dengan nilai investasi US$ 1,1 miliar," kata Presiden Jokowi di Karawang, pada Rabu (15/9/2021).

Presiden Jokowi mengatakan, pembangunan pabrik ini merupakan wujud keseriusan pemerintah untuk melakukan hilirisasi industri.

Dikatakan, era kejayaan komoditas bahan mentah sudah berakhir dan kita harus berani mengubah struktur ekonomi yang selama ini berbasis komoditas untuk masuk ke hilirisasi, masuk ke industrialisasi menjadi negara industri yang kuat dengan berbasis pada pengembangan inovasi teknologi.

“Karena itu, strategi bisnis besar negara adalah keluar secepatnya dari jebakan negara pengekspor bahan mentah, melepas ketergantungan pada produk-produk impor dengan mempercepat revitalisasi industri pengolahan sehingga bisa memberikan peningkatan nilai tambah yang semakin tinggi,” kata Presiden Jokowi.

Pembangunan tahap pertama ini memiliki kapasitas produksi baterai hingga 10 gigawatt hour (GWh) dan  akan dipakai untuk kendaraan listrik dari Hyundai.

Groundbreaking yang dilakukan Presiden Jokowi sebagai  tindak lanjut penandatanganan Head of Agreements (HoA) atau kesepakatan pokok proyek investasi baterai antara PT Industri Baterai Indonesia dengan Konsorsium LG,  pada April 2021. Total investasi baterai listrik pertama di Indonesia itu mencapai US$ 9,8 miliar .

Industri sel baterai kendaraan listrik ini terintegrasi dengan fasilitas penambangan, peleburan (smelter), pemurnian (refining), industri precursor, dan katoda.  Fasilitas produksi baterai listrik yang akan dibangun  adalah  yang pertama di Asia Tenggara.

Cikal bakal kerja sama antara PT Industri Baterai Indonesia dan Konsorsium LG dimulai pada tahun 2019 ketika Presiden Jokowi dan Presiden Korsea Selatan Moon Jae In bertemu di Busan, Korsea Selatan.

Setelah melalui rangkaian proses penjajakan, negosiasi, dan studi kelayanan, akhirnya kedua pihak sepakat menandatangani  nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), pada 18 Desember 2020 di Seoul, Korea Selatan.

Editor : Hari Gunarto (hari_gunarto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN