Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Manfaatkan KTT G20, Airlangga Dorong Peningkatan Akses Vaksin bagi Indonesia  

Rabu, 15 September 2021 | 14:47 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Pemerintah Indonesia tengah bersiap menyelenggarakan KTT G20 yang akan dimulai 1 Desember 2021 hingga 30 November 2022. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku ketua bidang I sherpa track (bahasan topik nonkeuangan) G20 berkomitmen mendorong peningkatan akses vaksin untuk negara berkembang, termasuk Indonesia.

“Pemerintah akan mendorong penguatan komitmen global untuk memastikan vaksin sebagai global public goods, dan di saat yang sama, meningkatkan kepastian aksesabilitas vaksin bagi masyarakat Indonesia dan negara berkembang berpendapatan rendah,” ujar Airlangga pada konferensi pers secara daring, Selasa (14/9/2021).

Airlangga menjelaskan, penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia sangat bergantung pada situasi dan kondisi pengendalian covid-19 secara nasional. Maka dari itu, seluruh rangkaian pertemuan dan side events, akan dilaksanakan secara hybrid atau fisik dengan memperhatikan kondisi pengendalin Covid-19 sebagai parameter.

“Prioritas pemerintah tetap melindungi masyarakat Indonesia dari potensi paparan virus Covid-19, namun juga menjamin keamanan dan kenyamanan delegasi peserta konferensi. Seluruh pertemuan dan side events G20 di bawah presidensi Indonesia, akan dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat,” jelas Airlangga.

Untuk itu, dia menuturkan, pemerintah telah menyusun parameter kesehatan yang mendukung pelaksaan Presidensi G20, antara lain level asesmen situasi pandemi yang mengacu pada standar WHO, cakupan vaksinasi minimum di lokasi pertemuan, angka kasus aktif Covid-19 yang rendah, dan rumah sakit tipe A.

Penyelenggaraan acara Presidensi G20 akan diadakan sekitar 150 pertemuan dan side events yang terbagi dalam pertemuan pada tingkat kelompok kerja (working groups), tingkat menteri, tingkat sherpa dan finance deputies, hingga konferensi tingkat tinggi (KTT). Jumlah delegasi yang hadir per pertemuan berkisar berkisar 500-5.800 sepanjang tahun.

 

Tongkat estafet Presidensi G20 akan diserahkan secara resmi oleh PM Italia kepada Presiden Joko Widodo pada 30- 31 Oktober 2021 di Roma. Ini merupakan kali pertama Indonesia menjadi Presidensi G20, sejak forum ini dibentuk pada 1999 .

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN