Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala BPS Margo Yuwono. Foto: Humas Badan Pusat Statistik

Kepala BPS Margo Yuwono. Foto: Humas Badan Pusat Statistik

BPS: Impor Barang Modal Meningkat 8,39%

Rabu, 15 September 2021 | 15:39 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id - Nilai impor bahan baku atau bahan penolong mencapai US$ 12,38 miliar pada Agustus 2021, meningkat 8,39% dari posisi Juli 2021 dan meningkat 59,59% dari Agustus 2020. Sektor ini berkontribusi 74,2% terhadap total impor.

“Meningkatnya nilai impor bahan baku atau penolong menggambarkan  permintaan industri yang cukup bagus. Hal ini juga menggambarkan bahwa kondisi perekonomian pada Agustus membaik,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Margo Yuwono dalam telekonferensi pers di Jakarta, Rabu (15/9).

Secara keseluruhan, menurut Margo, nilai impor pada Agustus 2021 mencapai US$ 16,68 miliar, naik 10,35% dibandingkan Juli 2021 (month to month/mtm) atau naik 55,26% dibandingkan Agustus 2020 (year on year/yoy). Impor migas Agustus 2021 mencapai US$ 2,05 miliar, tumbuh 14,74% (mtm) dan melonjak 115,75% (yoy).

Margo Yuwono menjelaskan, nilai impor barang modal mencapai US$ 2,41 miliar, tumbuh 16,44% (mtm) dan 34,56% (yoy). Secara keseluruhan, impor barang modal memberikan andil 14,47% ke impor secara keseluruhan.

“Impor pada Agustus ini menunjukan terjadi kebutuhan industri yang semakin bagus karena impor barang modal menggambarkan kebutuhan kapasitas yang meningkat,” tutur dia.

Di sisi lain, kata Kepala BPS, nilai impor barang konsumsi mencapai US$ 1,89 miliar, naik 16,34% (mtm) dan 58,23% (yoy). Impor barang konsumsi memberikan andil 11,32% terhadap impor keseluruhan.

Margo mengungkapkan, peningkatan tertinggi impor golongan barang nonmigas pada Agustus 2021 dibandingkan Juli 2021 adalah mesin/peralatan mekanis dan bagiannya US$ 318,5 juta (16,99%). Sedangkan penurunan terbesar yaitu ampas dan sisa industri makanan US$96,4 juta (23,65%).

Margo menambahkan, tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Agustus 2021 adalah Tiongkok US$ 34,67 miliar (32,25%), Jepang US$ 9,01 miliar (8,39%), dan Korea Selatan US$ 5,84 miliar (5,44%). Impor nonmigas dari Asean mencapai US$ 18,93 miliar (17,61%) dan Uni Eropa US$ 6,73 miliar (6,27%).

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN