Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Pemerintah Yakin Pertumbuhan Ekonomi 2022 Capai 5,2%

Rabu, 15 September 2021 | 21:20 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah meyakini pertumbuhan ekonomi tahun 2022 akan mencapai 5,2%.  Lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi 2021 yang di kisaran  3,7% sampai 4,5%  di tahun 2021. Proyeksi pertumbuhan ekonomi ekonomi Indonesia ini sejalan dengan ekspektasi pemulihan ekonomi global.

“Pencapaian pada target pertumbuhan ekonomi akan tergantung pada peran serta masyarakat dalam meningkatkan efektivitas pengendalian pandemi covid 19,” ucap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara UOB Economic Outlook 2022, Rabu (15/9).

Pemerintah terus memperkuat pengendalian pandemi di sisi hulu hingga hilir guna memastikan pencegahan dan penanganan yang lebih efektif.  Penguatan hulu akan dilakukan melalui akselerasi dan vaksinasi dan peningkatan disiplin protokol kesehatan (prokes), peningkatan jumlah testing, tracing serta treatment serta pengendalian mobilitas melalui pembatasan kegiatan masyarakat.

“Pada bulan September ini. pemerintah menargetkan proses vaksinasi dapat ditingkatkan sebesar 2 sampai 2,3 juta jiwa per hari sehingga akan mendukung target vaksinasi sebesar 208 juta jiwa di akhir tahun 2021,” ucap Airlangga.

Sementara itu, program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) juga terus ditingkatkan untuk mendukung penanganan Covid-19. Komitmen pemerintah ini ditunjukkan melalui APBN dalam mendorong peningkatan anggaran menjadi program PEN menjadi Rp 744,77 triliun.

“Ini akan mendukung optimalisasi pelaksanaan PPKM melalui peningkatan anggaran untuk berbagai perlindungan sosial, seperti percepatan bantuan sosial tunai, peningkatan jumlah penerima manfaat dan manfaat kartu sembako, melanjutkan program diskon listrik dan lainnya,” kata  Airlangga.

Senada dengan Airlangga, Ekonom Bank UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja mengatakan, dengan meningkatnya program vaksinasi dan menurunnya infeksi yang memungkinkan perekonomian Indonesia dibuka dengan lebih leluasa dan berkesinambungan. Pertumbuhan ekonomi tahun 2022 diperkirakan akan berada di atas 5%.

“Kami melihat tahun 2022 adalah tahunnya Indonesia dimana kita diharapkan tumbuh 5% atau lebih tinggi. Keluar dari keterpurukan  tahun 2020, dimana kita mengalami kontraksi  dan berangsur-angsur pulih ke angka 3,5%  di tahun 2021,” ucap Enrico.

Menurutnya tingkat inflasi Indonesia masih terjaga dalam kisaran yang rendah, yaitu diperkirakan mencapai 2,4% pada 2021 dan meningkat menjadi 2,7% pada 2022. Kebijakan moneter akan lebih akomodatif, ditambah sinergi kebijakan fiskal dan restrukturisasi dari OJK yang memungkinkan pemulihan ekonomi Indonesia lebih menyeluruh dan berkesinambungan. 

Beberapa kebijakan yang akan dikeluarkan pemerintah dan pemangku kepentingan ke depannya juga dinilai akan semakin mendorong pertumbuhan ekonomi di 2022.

Sedangkan dari sisi moneter, Bank Indonesia diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada semester II di 2021, sebab The Fed akan melakukan kebijakan normalisasi suku bunga.

“Perkiraan kami nilai tukar rupiah akan mencapai di kisaran Rp 14.650 hingga Rp 14.850 untuk akhir tahun ini. Dengan berangsur kembali meningkatnya impor seiring pemulihan ekonomi Indonesia, maka sangat mungkin mencapai Rp15.000 an di tahun depan,” kata Enrico. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN