Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo (tengah) sedang meninjau lokasi Lido World Garden, belum lama ini.

Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo (tengah) sedang meninjau lokasi Lido World Garden, belum lama ini.

Lido World Garden, Agro Eduwisata Terbesar di Asia Tenggara

Kamis, 16 September 2021 | 22:53 WIB
F Rio Winto

JAKARTA, investor.id - Lido World Garden siap menjadi lokasi agro eduwisata terbesar di Asia Tenggara.

Lido World Garden akan didirikan di atas lahan seluas 17 hektare dan merupakan bagian dari MNC Lido City. Melalui Peraturan Pemerintah (PP) No. 69 Tahun 2021, Presiden Joko Widodo telah menetapkan MNC Lido City sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Sesuai arahan Presiden, mereka yang terlibat dalam upaya mengakselerasi perekonomian, harus didukung secara maksimal. Bersama Kemenko Perekonomian, kami akan berupaya memberikan dukungan dan fasilitasi sesuai peraturan yang berlaku,” kata Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, dalam keterangan resmi, Kamis, 16 September 2021.

Kementerian Pertanian (Kementan) mendukung pembangunan Lido World Garden yang direncanakan menjadi agro eduwisata terbesar di Asia Tenggara. Dukungan Kementan diwujudkan dalam bentuk mengisi Lido World Garden dengan hasil riset dan inovasi pengembangan pertanian yang telah dilakukan oleh peneliti Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan).

“Kita akan memperlihatkan di Lido World Garden ini, hasil riset Balitbangtan kami bersinergi dengan litbang-litbang lainnya, bisa menjadi edukasi bagi masyarakat serta mewujudkan kerja sama yang holistik,” ungkap Syahrul.

Kerja sama antara Kementan dan MNC Land sebagai pengelola Lido World Garden dituangkan dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU).

Selain pemanfaatan hasil inovasi teknologi pertanian dan dukungan pelaksanaan wisata yang terintegrasi, Kementan juga akan memberikan dukungan pelaksanaan pengadaan tanaman endemik untuk riset, serta kerja sama program pemberdayaan masyarakat di bidang pertanian.

“Kami berharap dengan adanya Lido World Garden ini, publik bisa mengakses inovasi teknologi pertanian kita. Tentunya semua ini bisa berjalan dengan baik bila kita bisa gerakkan secara maksimal,” ungkap Syahrul.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil turut mengapresiasi partisipasi Kementan dalam Lido World Garden. Apalagi ke depannya peran digital akan semakin penting di dalam pertanian.

“Ke depan, kita akan menyongsong era digital agriculture. Lido World Garden bisa menjadi etalase teknologi digital pertanian,” ujarnya.

 

Editor : F Rio Winto (rio_winto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN