Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi hadir mendampingi Menteri Koperasi UKM Teten Masduki, Kepala BI Jawa Barat Herawanto, dan Bupati Subang Ruhimat melepas ekspor kopi milik Koperasi Gunung Luhur Berkah, Subang, Jawa Barat, Jumat (17/9/2021). (ist)

Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi hadir mendampingi Menteri Koperasi UKM Teten Masduki, Kepala BI Jawa Barat Herawanto, dan Bupati Subang Ruhimat melepas ekspor kopi milik Koperasi Gunung Luhur Berkah, Subang, Jawa Barat, Jumat (17/9/2021). (ist)

Kemendag Lepas Ekspor Kopi Asal Subang ke Arab Saudi

Jumat, 17 September 2021 | 20:06 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) diwakili Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi hadir mendampingi Menteri Koperasi UKM Teten Masduki, Kepala BI Jawa Barat Herawanto, dan Bupati Subang Ruhimat secara langsung melepas ekspor kopi milik Koperasi Gunung Luhur Berkah (GLB) sebanyak 18 ton ke Arab Saudi di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Jumat (17/9/2021).

Potensi transaksi dari ekspor kopi Koperasi GLB ke Arab Saudi sampai dengan jangka waktu satu tahun ke depan ini mencapai US$ 1 juta, dengan volume 150 ton. Jenis kopi yang diekspor ke Arab Saudi tersebut merupakan kopi Arabika Java Preanger yang tumbuh di wilayah Jawa Barat dengan berbagai spesifikasi, di antaranya natural process, honey washed, dan fully-washed process. Kopi-kopi tersebut memiliki cita rasa unik yang dipengaruhi oleh cara pengolahannya.

Koperasi GLB yang merupakan koperasi berskala nasional dengan slogan Milenial Bertani dan Berkebun, menyelenggarakan kegiatan usaha utama berupa pertanian dan perkebunan dengan memfokuskan pada usaha budidaya komoditas kopi jenis Arabika dan Robusta, bekerja sama dengan Perum Perhutani, PTPN VIII, Kopi Hofland Subang dan para kelompok tani kopi, serta pelaku usaha kopi dengan memperluas kegiatan usaha budidaya kopi.

“Sesuai arahan kebijakan Menteri Perdagangan, Kemendag terus berkomitmen untuk mendorong UKM agar bisa go global. Kami mengapresiasi berbagai upaya gigih yang dilakukan eksportir Indonesia untuk tetap mempertahankan kelanjutan ekspornya. Kami sangat bersyukur karena saat ini, meski pandemi belum usai, kita tetap giat melakukan ekspor. Harapannya, komoditas-komoditas lain juga akan melanjutkan keberhasilan komoditas kopi Java Preanger dan berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia," ungkap Dirjen Didi dalam keterangan resmi.

Kinerja perdagangan Indonesia pada Agustus 2021 juga kembali menunjukkan peningkatan menggembirakan. Ekspor Indonesia pada Agustus mencatatkan rekor tertinggi, sebesar US$ 21,42 miliar, mematahkan rekor yang sebelumnya dicatatkan pada Agustus 2011.

Selaras dengan hal tersebut, dia menuturkan, Kemendag sangat mengapresiasi langkah-langkah progresif yang diambil oleh pelaku usaha nasional, termasuk oleh Koperasi GLB, terhadap ekspor nasional. Keberhasilan tersebut tentunya juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak terkait, termasuk pula Pemerintah Kabupaten Subang dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) melalui program Desa Devisa Kopi di Subang.

Terkait program tersebut, Direktur Eksekutif Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) D. James Rompas optimistis potensi Subang akan komoditas kopinya. Dia berharap, melalui program pelatihan dapat meningkatkan kapasitas petani, kualitas biji kopi dapat memenuhi kebutuhan ekspor.

Selama Januari–Juli 2021, ekspor kopi Indonesia mencapai US$ 400,96 juta dengan pangsa pasar terbesar ke Amerika Serikat (24%), Mesir (11%), Jepang (9%), Malaysia (7%), dan Italia (6%). Pada 2020, Indonesia tercatat sebagai pengekspor kopi dunia sembilan dunia, di bawah Brasil, Swiss, Jerman, Kolombia, Vietnam, Italia, Prancis, dan Honduras.

“Besar harapan kami, sinergitas yang terjalin baik antara petani, eksportir, dan pemerintah terus dijaga dan ditingkatkan untuk mendorong ekspor nonmigas nasional, terutama dari sektor pertanian dan perkebunan. Faktor kunci lainnya adalah mengelola hubungan dengan dengan pembeli untuk tujuan memperoleh informasi yang aktual yang selanjutnya menjadi keunggulan komparatif memenangkan pasar ekspor global. Kemendag akan terus memberikan dukungan dan perhatian penuh bagi para buyer produk Indonesia melalui berbagai program,” kata Dirjen Didi.


 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN