Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam acara Bincang Bahari Mengelola Sektor Kelautan dan Perikanan di Tengah Pandemi yang digelar Kementerian KKP Selasa, 21 September 2021.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam acara Bincang Bahari Mengelola Sektor Kelautan dan Perikanan di Tengah Pandemi yang digelar Kementerian KKP Selasa, 21 September 2021.

KKP Jalankan Konsep Penangkapan Terukur Mulai Januari 2022

Selasa, 21 September 2021 | 13:06 WIB
Herman

JAKARTA, investor.id  - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan menerapkan konsep penangkapan ikan terukur dalam mengelola sumber daya perikanan di wilayah Indonesia.

Konsep ini merupakan turunan dari prinsip ekonomi biru yang diyakini bisa menjaga ekosistem laut dan pesisir yang sehat dan produktif, serta menjadikan Indonesia lebih makmur dari sisi ekonomi maupun sosial.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan, penerapan kebijakan penangkapan ikan terukur mengedepankan keseimbangan ekonomi dan ekologi dalam mengelola sumber daya kelautan dan perikanan yang ada.

“Model ini sudah kita hitung sedemikian rupa, dan saya minta bantuan serta dukungan Pak Irjen untuk tata kelolanya supaya tidak keliru, payung hukumnya seperti apa, supaya di Januari 2022 sudah bisa mulai jalan,” kata Treggono dalam acara Bincang Bahari “Mengelola Sektor Kelautan dan Perikanan di Tengah Pandemi” yang digelar Kementerian KKP Selasa (21/9/2021).

Trenggono menyampaikan, dalam implementasi penangkapan terukur di Indonesia, basisnya adalah kuota, yaitu kuota untuk industri, kuota untuk nelayan tradisional dan kuota untuk hobi yang diatur berdasarkan zona penangkapan.

Penangkapan ikan terukur ini juga dibagi dalam tiga zona, ada zona industri, zona untuk nelayan tradisional, kemudian zona untuk wilayah perikanan bisa beranak pinak.

“Di zona industri, nanti punya manfaat yang cukup bagus. Kalau sekarang ini seluruh perikanan muaranya hanya ada di  Jawa, nangkap dari mana-mana dibawanya ke Jawa. Nanti kita akan geser, jadi penangkapan itu hanya di wilayah-wilayah penangkapan,” jelas Trenggono. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN