Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur BI Perry Warjiyo. Sumber: BSTV

Gubernur BI Perry Warjiyo. Sumber: BSTV

Tenang! BI Sudah Siapkan 7 Jurus Ini untuk Tangkal Tapering

Selasa, 21 September 2021 | 19:18 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) menyiapkan setidaknya tujuh langkah untuk menjaga stabilitas dan mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional. Ke-7 'jurus' yang disiapkan BI sekaligus untuk menangkal dampak negatif tapering alias pengetatan likuiditas oleh Bank Sentral AS, The Fed, dengan cara mengurangi pembelian obligasi di pasar.

Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang digelar hari ini (Selasa, 21/9), memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan alias BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di level 3,50%. Keputusan itu sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan, di tengah prakiraan inflasi yang rendah dan upaya mendukung pertumbuhan ekonomi.

“RDG BI pada 20-21 September 2021 memutuskan untuk mempertahankan BI7DRR sebesar 3,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25%,” ujar Perry di Jakarta, Selasa (21/9).

Bukan cuma mempertahankan BI7DRR, menurut Perry Warjiyo, BI juga terus mengoptimalkan seluruh bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan serta mendukung upaya perbaikan ekonomi lebih lanjut.

“BI terus memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan dan meningkatkan kredit atau pembiayaan kepada dunia usaha di sektor-sektor prioritas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, ekspor, serta inklusi ekonomi dan keuangan,” tutur dia.

Perry menjelaskan, di luar suku bunga acuan, BI juga akan menempuh enam langkah kebijakan, sehingga kebijakan Bank Sentral setidaknya mencakup tujuh langkah. Pertama, BI bakal melanjutkan kebijakan nilai tukar rupiah untuk menjaga stabilitas nilai tukar yang sejalan dengan fundamental dan mekanisme pasar.

Kedua, menurut Perrry Warjiyo, BI akan melanjutkan penguatan strategi operasi moneter untuk memperkuat efektivitas stance kebijakan moneter akomodatif. Ketiga, BI akan memperkuat kebijakan transparansi suku bunga dasar kredit (SBDK) dengan pendalaman asesmen transmisi SBDK dan SB Kredit baru per jenis kredit berdasarkan kelompok bank.

Keempat, kata Perry, Bank Sentral bakal mendorong akselerasi perluasan merchant QRIS, khususnya di pasar-pasar, pusat perbelanjaan, dan tempat ibadah, untuk meningkatkan integrasi ekosistem ekonomi dan keuangan digital sekaligus mendukung protokol kesehatan.

“Kelima, BI akan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah terkait pelaksanaan uji coba digitalisasi bansos dan elektronifikasi transaksi pemerintah untuk mendorong realisasi belanja pemerintah,” papar dia.

Keenam, BI bakal memfasilitasi penyelenggaraan promosi perdagangan dan investasi serta melanjutkan sosialisasi penggunaan Local Currency Settlement (LCS), bekerja sama dengan instansi terkait. “Pada September dan Oktober 2021 akan diselenggarakan promosi investasi dan perdagangan di Jepang, Tiongkok, dan Inggris,” kata dia.

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN