Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kilang TPPI

Kilang TPPI

Proyek Olefin TPPI Dinilai Sesuai Prosedur

Selasa, 21 September 2021 | 20:15 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Seluruh proses tender proyek revamping aromatic dan new olefin PT Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI) Tuban, Jawa Timur, dinilai berjalan transparan dan sesuai produser. Apalagi, menurut Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI) Ferdinand Hutahaen, proyek tersebut dikawal ketat oleh lembaga penegak hukum seperti Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung, Bareskrim Polri, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Selain itu, TPPI berkonsultasi dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Pelaksanaan beauty contest dan pelaksanaan proyek ini sudah berjalan sesuai prosedur dan rencana. Proyek ini diawasi secara langsung oleh Jamintel, Bareskrim, dan lembaga-lembaga lain yang berkaitan dengan integritas dan akuntabilitas proyek,” kata Ferdinand, Selasa (21/9/2021).

Ferdinand mengaku, hingga saat, dia belum melihat adanya penyimpangan pelaksanaan proyek. Makanya, dia berharap, proyek ini akan terus berjalan dengan baik. Itu artinya, semua pihak harus terus mengawal proyek senilai Rp 50 triliun tersebut.

“Saya pikir semua berjalan baik. Saya juga belum melihat atau mendengar penyimpangan dalam pelaksanaan proyek ini. Kami harap semua berjalan sesuai rencana dan tepat waktu,” imbuh dia.

Ferdinand juga berharap, agar proyek ini tidak menemui kendala dan semua berjalan sesuai rencana dan desain teknis yang telah dirancang. Sebab, proyek tersebut memang sangat strategis, karena bisa menjamin ketersediaan bahan baku bijih plastik dan menurunkan impor bijih plastik secara signifikan. Karena berdampak ekonomi yang sangat besar, proyek tersebut harus didukung semua pihak.

“Ini akan menyehatkan neraca perdagangan kita dan menghemat devisa. Maka, proyek ini harus didukung karena dampak ekonominya besar. Yang penting sekarang kita kawal adalah jangan sampai proyek yang sudah dibahas sejak 2017 ini gagal dan berlarut-larut,” ujar Ferdinand.

Sebelumnya, Presiden Indonesia Joko Widodo menilai, pengelolaan kilang TPPI di bawah Pertamina dan optimasi kawasan kilang TPPI berpotensi menciptakan penghematan devisa negara hingga 4,9 miliar dollar AS atau sekitar Rp 56 triliun. Untuk itu, pengelolaan kawasan pabrik petrokimia TPPI akan berkontribusi menciptakan ketahanan energi melalui subtitusi produk petrokimia impor.

Dalam pembangunan pabrik petrokimia tersebut, Pertamina memastikan penyerapan tingkat komponen dalam negeri sesuai dengan target minimal yang telah ditetapkan, yaitu 30%, baik melalui barang maupun jasa, termasuk tenaga kerja lokal untuk dapat berkontribusi dalam operasional proyek.

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN