Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Departemen Ekonomi Centre for Strategic and International (CSIS) Indonesia Yose Rizal Damuri

Ketua Departemen Ekonomi Centre for Strategic and International (CSIS) Indonesia Yose Rizal Damuri

Pemerintah Jangan Terlena Kenaikan Harga Komoditas

Rabu, 22 September 2021 | 16:10 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia menyarankan pemerintah untuk memperhatikan sejumlah faktor yang dapat mempengaruhi ekspor. Pemerintah jangan sampai terlena dengan kenaikan  harga komoditas yang menjadi penyebab kenaikan ekspor.

Ketua Departemen Ekonomi CSIS Indonesia Yose Rizal Damuri mengatakan, kenaikan ekspor itu didorong oleh peningkatan harga dan permintaan terhadap komoditas seperti minyak kelapa sawit, produk besi dan baja, serta produk logam lainnya.

“Namun kita juga harus hati-hati terhadap pendorong yang menyebabkan kenaikan ekspor komoditas ini. Walaupun ada peningkatan permintaan, sebagian besar kenaikan ekspor itu muncul karena efek harga,” kata Yose Rizal dalam acara Asian Development Outlook 2021 Update, Rabu (22/9).

Dia menyebut, ekspor merupakan salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi yang menunjukan kinerja positif selama tahun 2021 ini.

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia periode Januari sampai Agustus 2021 mencapai US$ 142,01 miliar, naik 37,77% dibanding periode sama tahun 2020.

Yose berpendapat, kenaikan harga ini bisa saja terus terjadi, namun bisa saja terhenti apabila kondisi pasokan bisa tertangani dalam waktu cepat. Saat harga komoditas turun, nilai ekspor juga akan turun.

“Jadi kita harus hati-hati melihat kenaikan ekspor ini, walaupun tentunya sangat membantu dalam proses pemulihan ekonomi di  Indonesia,” ucap Yose Rizal.

Menurut dia, permasalahan konektivitas dan logistik masih menjadi kendala utama dalam mendorong ekspor Indonesia. Terlebih, belakangan ini, terdapat kemacetan kontainer yang besar di beberapa pelabuhan besar di California serta adanya penutupan beberapa pelabuhan besar di Tiongkok. Hal tersebut akan berdampak pada kondisi ekspor Indonesia.

“Ini akan mempengaruhi ekspor Indonesia, bukan hanya mempengaruhi ke depannya. Tetapi kita juga sudah melihat dan merasakan pengaruhnya, misalkan karena kenaikan biaya transportasi barang yang mencapai 100%, dan juga kita mengalami kekurangan kontainer atau peti kemas di banyak pelabuhan di Indonesia,” terang dia.

Yose  Rizal berpendapat, situasi semacam itu tidak bisa diatasi di tingkat nasional saja, tapi harus juga dilakukan di tingkat global dengan kerja sama yang lebih besar di tingkat internasional dan kerja sama global.

“Tahun depan Indonesia akan jadi Presidensi G20. Mudah-mudahan Indonesia dapat berkontribusi dalam kerja sama yang lebih baik demi mendapat pertumbuhan yang berkualitas,” ungkap dia.

Chief Economist PT BRI Danareksa Sekuritas Telisa Falianty mengatakan, pemerintah harus menjaga momentum surplus neraca perdagangan Indonesia.

Dia menilai, terjadinya surplus neraca perdagangan saat ini karena kenaikan ekspor dari sisi volume maupun harga komoditas.

“Indoensia mendapatkan keuntungan atau windfall karena kenaikan harga komoditas,” ucap Telisa dalam acara yang sama.

Telisa mengatakan, pemerintah jangan hanya terlena dengan kenaikan ekspor komoditas.

Saat ini, pemerintah harus mendorong ekspor produk yang sudah memiliki nilai tambah terhadap industri. Produk dengan nilai tambah akan memiliki nilai ekspor yang lebih tinggi.

“Bukan hanya fokus kepada barang komoditas, tetapi kepada barang-barang dengan nilai tambah tinggi ini akan memberikan dampak positif,” pungkas Telisa.

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN