Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Acara pelatihan bersama Lembaga Nasional Single Window. Foto: kkp

Acara pelatihan bersama Lembaga Nasional Single Window. Foto: kkp

Permudah Dwelling Time, KKP Terapkan Rencana Aksi Implementasi Single Submission Karantina dan Pabean

Minggu, 26 September 2021 | 12:56 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memperkuat sinergitas dengan instansi lain sebagai bentuk dukungan terhadap rencana aksi implementasi Single Submission Karantina dan Pabean (SSmQC).

Melalui Balai Besar Karantina Ikan,Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), Makassar dukungan diberikan dengan mempersiapkan operator penggunaan aplikasi SSmQC di Pelabuhan Makassar.

Kepala BKIPM Makassar, Siti Chadidjah mengatakan  pihaknya mengirimkan operator untuk mengikuti pelatihan bersama Lembaga Nasional Single Window, sebagai instansi yang melaksanakan pengawasan sistem perkarantinaan ikan dan mutu hasil perikanan di pelabuhan Makassar, BKIPM turut mengambil peran dengan mengikutsertakan operator dari BKIPM, Makassar, adapun tujuan implementasi SSMQC adalah mempersingkat dwelling time impor di Pelabuhan Makassar dan meningkatkan kemudahan berusaha di wilayah Sulawesi Selatan.

Selain itu, SSmQC untuk mempermudah pelaku usaha dalam melakukan impor, dengan SSmQC ini permohonan impor cukup satu kali untuk melakukan pengurusan izin Bea Cukai dan izin Karantina.

Acara pelatihan bersama Lembaga Nasional Single Window. Foto: kkp
Acara pelatihan bersama Lembaga Nasional Single Window. Foto: kkp

Lembaga Nasional Single Window membawakan materi implementasi Single Submission Karantina dan Pabean (SSmQC), materi dibawakan secara interaktif dilengkapi dengan praktik penggunaan Sistem SSmQC.

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono menyebut pelabuhan sebagai bagian penting dalam mendorong peningkatan produktivitas sektor kelautan dan perikanan, oleh karena itu perlu adanya inovasi inovasi sehingga layanan terhadap pengguna pelabuhan bisa lebih maksimal dan pertumbuhan ekonomi di sektor ini bisa meningkat.

Ia mendukung penuh penerapan teknologi untuk menunjang peningkatan layanan di pelabuhan, adopsi teknologi  sangat penting, digitalisasi perlu dan bisa mendukung upaya pengumpulan data perikanan dengan cepat.

Acara pelatihan bersama Lembaga Nasional Single Window. Foto: kkp
Acara pelatihan bersama Lembaga Nasional Single Window. Foto: kkp

Di samping itu, sebanyak 10.260 kilogram gurita beku asal pulau Simeuleu, Kabupaten Simeulue, provinsi Aceh menembus pasar Jepang.

Kepala BKIPM, Rina mengatakan ekspor komoditas ini merupakan yang pertama dari Simeuleu, keberhasilan ekspor senilai  Rp 885 juta ini berkat sinergitas para pemangku kepentingan mulai dari BKIPM, Pemda Simeuleu, Perum Perindo serta Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan.

Perum Perindo yang bertindak sebagai Unit Pengolah Ikan yang menggunakan internal Cold Storage yang dibangun KKP melalui Ditjen PDSPKP.

Selanjutnya terdapat penerbitan sertifikat kelayakan pengolahan oleh Ditjen PDSPKP dan Penerbitan hazard analysis critical control point.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN