Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mudrajad Kuncoro, Ekonom UGM dan Rektor Universitas Trilogi, Jakarta.

Mudrajad Kuncoro, Ekonom UGM dan Rektor Universitas Trilogi, Jakarta.

Restrukturisasi Kredit Dinilai Belum Mampu Tolong UMKM Terdampak Pandemi

Minggu, 26 September 2021 | 13:00 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id  - Langkah pemerintah untuk melakukan restrukturisasi kredit belum cukup berdampak bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang terdampak pandemi Covid 19. Masih diperlukan sejumlah upaya untuk menyelamatkan UMKM kegiatan usahanya terganggu karena dampak pandemi Covid-19.

“Dari total bisnis Indonesia sebanyak 64.199606 unit usaha 98,7% adalah usaha mikro, 1,22% usaha kecil. Strategi restrukturisasi kredit masih belum cukup untuk menyelamatkan dan memulihkan dan memulihkan UMKM di era Covid-19,” ucap Rektor Universitas Trilogi Mudrajad Kuncoro dalam seminar daring pada Minggu (26/9).

Menurut Mudrajad UMKM masih memerlukan beberapa bantuan. Pertama yaitu  bantuan modal usaha untuk menjalankan operasional. Kedua yaitu  relaksasi pengaturan mikroprudensial. Ketiga yaitu pemerintah perlu segera menyalurkan subsidi bunga untuk meringankan angsuran bunga kredit KUR, Ultra Mikro, dan UMKM sampai dengan Rp 10 miliar.

Berdasarkan   hasil sensus ekonomi tahun 2006 dan 2016 masih terjadi ketimpangan antara usaha mikro hingga usaha besar. Industri  mengalami peningkatan dari hal populasi yaitu usaha besar dan sedang mengalami  peningkatan dari 0,01% (2006) naik menjadi 0,67% (2016). Jumlah pelaku usaha kecil dari 1,1%di tahun 2006 naik menjadi 8,06%di tahun 2016. Sementara jumlah pelaku usaha mikro mengalami penurunan dari  98,8% unit usaha mikro pada tahun 2006  Lalu  menjadi 91,26% di tahun 2016

“Karena usaha mikro naik kelasnya menjadi usaha kecil.  Berbeda dengan negara maju seperti Korea Selatan maupun Jepang yang didominasi   industri menengah menjadi dominan. Industri menengah kita kecil sekali 0,67%. Kita perlu memperbesar kelas menengah, saat ini yang usaha mikro masih mendominasi,” kata Mudrajad.

Kredit UMKM Meningkat

Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia Doni Primanto Joewono  mengatakan  sejak Mei 2021 kredit UMKM mengalami pertumbuhan positif dibandingkan jenis usaha lainnya. Hal ini tercermin dari pertumbuhan tahunan (yoy) yang positif sebesar 1,57% pada Mei 2021 dan terus bertumbuh hingga 2,70% pada Agustus 2021.

“Artinya secara keseluruhan dibanding  kredit total, kredit UMKM itu kan menunjukan positif. Jadi ini  peluang di tengah kondisi pandemi berarti UMKM lebih agresif,” ucap Doni.

Dia mengatakan untuk mendapatkan kemudahan akses pembiayaan, UMKM harus senantiasa konsisten dan berkomitmen dalam menjaga kualitas produknya, kreatif dan inovatif, memanfaatkan teknologi digital, berkolaborasi dengan berbagai pihak terkait, serta mampu secara selektif dan cermat dalam mengakses informasi mengenai akses pembiayaan.

“UMKM  yang mendapat fasilitas dari perbankan baru sekitar 30,5% terus  yang non bank itu baru 6,1% , nah ini yang yang menjadi tantangan kita bagaimana meningkatkan akses pembiayaan,” ucapnya. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN