Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Pemerintah Genjot Insentif untuk Pulihkan Sektor Pariwisata

Senin, 27 September 2021 | 11:44 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi di kisaran 3,7% sampai 4,5%. Salah satu sektor yang terus didorong untuk menjadi sumber pertumbuhan ekonomi adalah pariwisata, namun dengan tetap memperhatikan penerapan protokol kesehatan (Prokes). Pemerintah mengalokasikan dana sekitar Rp 7,67 triliun untuk mendukung kawasan strategis pariwisata nasional, ekowisata, dan pelatihan sumber daya manusia (SDM) sektor pariwisata.

“Pemerintah juga meluncurkan program pendaftaran untuk Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) yang merupakan program tahunan sejak 2017 kepada pelaku sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Terdapat peningkatan anggaran BIP menjadi Rp 60 miliar yang besarnya lebih 3 kali dibandingkan 2020,” ucap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Parekraf, Senin (27/9/2021).

Dia mengatakan, untuk menekan dampak Covid-19 dan upaya menjaga keberlangsungan ekonomi khususnya di sektor pariwisata, pemerintah juga telah memberikan hibah pariwisata sebesar Rp 3,7 triliun yang menjadi bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Jumlah hibah meningkat dari 2020 yang sebesar Rp 3,3 triliun. Dana tersebut digunakan untuk membantu pemerintah daerah, industri, hotel, dan restoran yang saat ini mengalami kontraksi atau penurunan pendapatan asli daerah serta gangguan finansial akibat Covid-19.

“Tahun ini ditingkatkan menjadi Rp 3,7 triliun yang merupakan bagian dari perlindungan sosial yang ditingkatkan. Dana hibah ini tidak hanya di sektor hotel dan restoran, namun juga bisa digunakan di biro perjalanan wisata pengelola destinasi dan taman rekreasi,” ucap Airlangga.

Hibah diberikan melalui mekanisme transfer ke daerah yang ditujukan kepada pemda dan usaha pariwisata di 101 kabupaten/kota berdasarkan berbagai kriteria yang telah diterapkan, antara lain bahwa ibu kota dari 34 provinsi yang berada dalam 10 destinasi wisata prioritas dan 5 destinasi super prioritas.

“Persyaratan lainnya yaitu daerah yang masuk dalam 100 calender of event, pendapatan dari pajak hotel dan daerah minimal 15% dari total PAD (Pendapatan Asli Daerah) tahun anggaran 2019 yang lalu,” ucapnya.

Editor : Kunradus Aliandu (kunradu@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN