Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PLTS Atap

PLTS Atap

Kementerian ESDM Kirim Patriot Energi Kawal 23 Proyek PLTS

Senin, 27 September 2021 | 11:55 WIB
Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

JAKARTA, innvestor.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melantik 23 orang Patriot Energi yang ditugaskan untuk mengawal pembangunan 23 pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Proyek PLTS yang merupakan program Accelerating Clean Energy to Reduce Inequality (ACCESS) ini akan memberikan akses listrik ke 23 desa yang selama ini belum tersambung jaringan listrik.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, ke-23 Patriot Energi ini akan bertugas sebagai fasilitator di 23 desa lokasi proyek PLTS. Mereka diharapkan dapat membantu masyarakat secara mandiri mengelola sumber energi yang tersedia, mengidentifikasi potensi-potensi setempat yang bisa dimanfaatkan dengan biaya yang kompetitif, serta manajemen sederhana. Sehingga, masyarakat di daerah yang terpencil dapat mengupayakan energinya sendiri.

“Para Patriot Energi ini diharapkan juga dapat menjadi pemantik perubahan, khususnya bagi 0,8% saudara-saudara kita yang belum menikmati listrik, mereka yang tinggal di 433 desa yang masih gelap gulita, dan mereka yang tinggal 3.100 desa yang listriknya menggunakan lampu tenaga surya hemat energi,” kata dia dalam keterangan resminya, Minggu (26/9).

Patriot Energi khusus Program ACCESS ini akan bertugas mendampingi masyarakat selama 18 bulan di desa lokasi PLTS untuk mengembangkan layanan listrik dari energi bersih dan berkelanjutan yang bersumber dari tenaga surya. 23 Patriot Energi ini terpilih dari 140 orang peserta seleksi terbuka, terdiri dari 16 laki-laki dan 7 perempuan, seluruhnya adalah sarjana dari berbagai latar belakang pendidikan.

Para peserta memiliki kriteria pengalaman kerja lebih dari tiga tahun, bahkan ada yang telah berpengalaman lebih dari sepuluh tahun dalam pendampingan masyarakat. Adapun tugasnya adalah mendampingi masyarakat selama pembangunan PLTS, membantu serah terima aset PLTS dari Kementerian ESDM ke pemerintah desa, memfasilitasi pemilihan, pelatihan dan sertifikasi operator lokal, membentuk unit pengelola listrik desa, serta membantu memetakan potensi ekonomi desa.

Program Accelerating Clean Energy to Reduce Inequality (ACCESS) sendiri merupakan program bersama United Nations Development Programme (UNDP) dan Kementerian ESDM, yang didukung oleh Korea International Cooperation Agency (KOICA). Program ini mencakup pembangunan 23 PLTS komunal dengan total kapasitas 1,2 megawatt (MW) yang tersebar di 23 desa di Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Kalimantan Tengah.

“Proyek ACCESS ini merupakan salah satu pendekatan paling ambisius dalam pengembangan energi bersih karena bantuan yang diberikan tidak hanya berupa infrastruktur pembangkit listrik namun disertai pelatihan dan sertifikasi untuk warga setempat sebagai operator serta pengembangan lembaga pengelola layanan listrik lokal,” kata Deputy Resident Representative UNDP Indonesia Sophie Kemkhadze.

Menurut Sophie, Patriot Energi ini memegang peranan penting karena mereka yang akan mendampingi dan membantu masyarakat setempat selama proses persiapan dan pelaksanaan, termasuk nantinya mendokumentasikan seluruh kegiatan ini sebagai pembelajaran bagi pengembangan kegiatan serupa.

Mengacu data Kementerian ESDM, hingga akhir Maret 2021, rasio elektrifikasi nasional tercatat sebesar 99,28% dan rasio desa berlistrik 99,59%. Sementara jumlah rumah tangga belum berlistrik sebanyak 542.124 rumah tangga dan desa belum berlistrik 346 desa. Pemerintah menargetkan bisa mencapai rasio elektrifikasi 100% pada tahun depan.

 

Editor : Kunradus Aliandu (kunradu@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN